Politisi Kebon Sirih Dalam Sorotan, Jelang Pileg, Jarang Ngantor

INDOPOS.CO.ID – Para anggota DPRD DKI Jakarta dinilai semakin malas, jelang pelaksanaan Pemilu April 2019. Mereka sudah jarang masuk di gedung wakil rakyat ‘Kebon Sirih’. Padahal, sebagai wakil rakyat, semestinya tetap bekerja untuk kepentingan masyarakat Jakarta.

Apalagi, rentang masa jabatan mereka masih sekitar delapan (8) bulan. Indikasi kemerosotan kinerja dewan terlihat sejak akhir 2018. DPRD DKI hanya mengesahkan 11 raperda menjadi perda. Sedangkan target yang ditetapkan sebanyak 45 perda.

Kesibukan kampanye para caleg petahana itu dianggap bukanlah suatu alasan untuk meninggalkan pekerjaannya. Itu sebuah konsekuensi yang harus dijalankan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi membantah para anggota dewan malas. Para anggota dewan tetap mengedepankan tugas sebagai wakil rakyat, dengan menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan. “Sejauh ini, kami rasa tidak ada anggota dewan yang malas,” ujar Prasetio, Senin (11/2/2019).

Pria yang akrab disapa Pras itu mengaku selalu memberikan contoh dengan hadir setiap di kantor. Ia pun selalu mengimbau agar anggota dewan senantiasa mengedepankan tugasnya sebagai wakil rakyat. “Hal itu selalu kami kedepankan,” kata dia.

Mengenai tidak tercapainya target pengesahan raperda di 2018, Pras mengaku terus memaksimalkan waktu di 2019. Hanya saja, pihaknya tidak dapat menyalahkan para anggota dewan yang memiliki kepadatan agenda di tahun politik.

Para anggota dewan pun harus turun ke lapangan dan melakukan kerja-kerja politik. “Mereka sebagai caleg sekaligus sebagai tim sukses capres di tahun politik ini harus melakukan kerja politik,” tutur politisi PDIP itu. (wok)

Komentar telah ditutup.