Ekonomi

MTF Tak Akan Terlalu Agresif

Redaktur: Nurhayat
MTF Tak Akan Terlalu Agresif - Ekonomi

MASIH SAMA- Direktur Utama PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Arya Suprihadi (tengah) memberi keterangan pers tentang kinerja perusahaan, di Jakarta, Senin (11/2). Audy Alwi/antara

INDOPOS.CO.ID - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) tidak akan terlalu agresif menyalurkan pembiayaan pada 2019. Direktur Utama PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Arya Suprihadi mengatakan, hal itu dilakukan, mengingat penjualan kendaraan diperkirakan masih sama seperti 2018.

”Untuk target 2019, kita tidak terlalu agresif. Target 10 persen kenaikan 'lending'-nya. Prediksi Gaikindo, penjualan kendaraan pada 2019 'relatively' sama dengan 2018,” ujarnya, di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun lalu penjualan mobil tumbuh 6,9 persen atau total sebanyak 1,1 juta unit. Sepanjang 2018, MTF telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 26,9 triliun atau naik 21,6 persen dibandingkan 2017 sebesar Rp 22,2 triliun.

Dari total pembiayaan tahun lalu, penyaluran pembiayaan masih fokus ke segmen ritel yaitu sebesar 73,2 persen, sedangkan sisanya 23,7 persen untuk segmen korporasi, dan 3,6 persen untuk pembiayaan segmen multiguna dan lain-lain. ”Tahun ini, kami targetkan 'lending' sekitar Rp 29 triliun,” kata Arya.

Ia menuturkan, pada tahun ini pihaknya akan mendorong pertumbuhan pembiayaan multiguna karena basis pelanggannya cukup besar, sehingga potensi pembiayaan multiguna ini juga dinilai akan cukup tinggi.

”Untuk itu, kita sudah lakukan beberapa perbaikan terkait penyaluran pembiayaan multiguna. Di samping organisasi dan jaringan, kita juga lakukan percepatan. Maksimal satu hari kita bisa berikan 'approval' untuk yang memenuhi ketentuan dan syarat,” ujar Arya.

Untuk target laba bersih tahun ini, MTF menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 12 persen atau meningkat menjadi Rp 451,7 miliar dari tahun lalu Rp 403,3 miliar. Sepanjang tahun lalu, laba bersih MTF tumbuh 15,2 persen dibandingkan laba pada 2017 yang mencapai Rp350,2 miliar. (ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.