Ekonomi

Bukan Beras Busuk, tapi Turun Mutu

Redaktur: Nurhayat
Bukan Beras Busuk, tapi Turun Mutu - Ekonomi

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Perum Bulog bergerak cepat menindaklanjuti dugaan beras busuk yang ditemukan di gudang penyimpanan beras di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Perusahaan BUMN itu menurunkan tim pemeriksa internal di gudang penyimpanan Bulog di OKU Timur.

”Kami memeriksa atau mengklasifikasi hal itu,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Humas Bulog, Firman, Senin (11/2/2019). Menurutnya dari hasil temuan tim, tidak ada beras busuk. Yang terjadi, hanyalah beras yang turun mutu. Beras itu merupakan stok lama.

Adapun Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar mengatakan, dalam gudang tersebut ada sekitar 6.800 ton beras.  Yang merupakan pengadaan 2015, 2016, dan 2017. Menurut dia, tidak semua beras busuk. Untuk beras yang ada gudang OKU Timur, memang terjadi turun mutu. ”Sebab beras di sana disimpan dua tahun lebih. Pastinya terjadi turun mutu. Beras seperti ini tidak bagus dan tidak mungkin disebar ke masyarakat,” ujarnya. 

Bulog  telah menurunkan tim khusus untuk mendata seberapa banyak beras yang kualitasnya tidak lagi baik. ”Dalam gudang itu yang berisi 6.800 ton beras juga ada beras dengan mutu baik.  Beras yang masih bisa dipakai dan beras yang bisa dijadikan pakan ternak,” ujarnya. 

Tidak hanya mendata, lanjut dia, tim khusus juga akan memisahkan beras dengan kualitas masing-masing. ”Beras yang busuk itu akan dimusnahkan dengan cara dibakar, beras yang tidak bagus lagi bisa dilelang untuk pakan ternak,” jelasnya.

Adapun  stok beras di gudang OKU Timur karena perubahan kebijakan pemerintah. Di mana semula bantuan sosial berupa beras untuk keluarga sejahtera (Bansos Rastra) menjadi bantuan pangan nontunai (BNPT). ”Biasanya bantuan sosial pakai beras Bulog namun pada 2017 beralih jadi nontunai. Kami harapkan ke depan BNPT beli berasnya di Bulog,” ujarnya.

Beras yang kurang bagus  itu akibat dari berkurangnya pemakaian beras dan titik jumlah penerima bansos rastra yang menurun. Dari alokasi bansos rastra sebanyak 2 juta ton di tahun-tahun sebelumnya kini hanya sekitar 213 ribu ton saja. ”Berkurangnya alokasi pemakaian beras ini membuat beras banyak menumpuk di gudang dan tidak keluar. Kalau beras kualitas tidak baik ini diberikan ke masyarakat barulah kami (Bulog) zalim,” pungkasnya. (dai) 

TAGS

Berita Terkait

Ekonomi / Bulog Telah Gulirkan 190 Ribu Ton Beras

Ekonomi / Bulog Telah Gulirkan 190 Ribu Ton Beras

Daerah / Bulog Tulungagung Fokus Serap Beras Komersil

Ekonomi / Salurkan Beras CBP Korban Banjir Jatim

Ekonomi / Bulog Serap Jagung Rp 3.150 Per Kg


Baca Juga !.