Daerah

Alat Berat Tangani Tebing Longsor di Pinggir Jalan

Redaktur: Nurhayat
Alat Berat Tangani Tebing Longsor di Pinggir Jalan - Daerah

BENCANA- Selain Temanggung dan Semarang yang mengalami longsor, wilayah Kudus diterjang angin puting beliung. Tampak, warga memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Temulus, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Senin (11/2). Yusuf Nugroho/ama.

INDOPOS.CO.ID - Dua alat berat digunakan untuk menangani tebing longsor di pinggir jalan raya Magelang-Semarang di Desa Ngipik, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. ”Pagi tadi kami menyingkirkan material longsor yang menutup saluran air dan bahu jalan,” kata Kepala SKPD Tugas Pembantuan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Adhi Wirawan di Temanggung, Senin (11/2/2019).

Ia menjelaskan, rencananya pada Minggu (10/2/2019) malam langsung akan ditangani, tetapi melihat kondisi gelap dan pertimbangan badan jalan juga aman untuk lalu lintas karena hanya menutup bahu jalan, maka dikerjakan pagi kemarin.

Dijelaskannya bahwa material longsor dipindah ke seberang jalan karena diminta warga untuk digunakan sebagai tanah uruk jalan kampung. ”Kebetulan ada masyarakat yang meminta material longsor, yang penting buat kami material bersih dari bahu jalan tersebut,” katanya.

Ia mengatakan dampak dari longsor ini tidak berpengaruh besar terhadap lalu lintas, tetapi ketika akan menyingkirkan material longsor dampaknya menjadi cukup besar, yakni lalu lintas menjadi tersendat karena alat berat butuh area untuk bermanuver.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) S 02 Pringsurat Secang batas Yogyakarta, Suhendi mengatakan prinsipnya pihak Bina Marga Jateng selalu siap kalau ada kejadian longsor seperti ini. Ia menambahkan tim yang menangani ini dari Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga dan Ciptakarya Provinsi jateng dan dari penyedia jasa Armada.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan tebing longsor di pinggir jalan raya di Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat tersebut terjadi pada Minggu (10/2) sekitar pukul 16.30 WIB Menurut dia longsor dipicu oleh hujan deras yang terjadi di kawasan tersebut sejak Minggu siang mengakibatkan saluran air di sisi jalan tertutup longsor dan menutup bahu jalan selebar 5 meter, ketinggian tebing longsor sekitar 15 meter dan panjang 20 meter.

Selain di Ngipik Kecamatan Pringsurat, katanya, tanah longsor juga terjadi Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo pada Senin sekitar pukul 01.30 WIB. Ia mengatakan material longsor berupa tanah dan rumpun bambu menutup akses jalan Desa Tawangsari menuju Desa Wates Kecamatan Wonoboyo. ”Tanah longsor sempat menutup total jalan, namun sekarang sudah dapat diatasi,” katanya.

Sementara, satu orang dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor yang menggerus bantaran Sungai Sendang Pring di Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019).

Kepala Basarnas Jawa Tengah Aris Sofingi mengatakan korban diketahui bernama Sri Murtini warga Villa P4A Blok D, Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik. ”Arus menggerus bantaran sungai hingga bangunan yang ada di atasnya ikut longsor,” katanya.

Menurut dia, korban diduga tertimpa longsoran atau hanyut terbawa arus sungai. Dari pencarian di sepanjang arus sungai sejauh 3 kilometer, kata dia, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian yang dilakukan tim gabungan difokuskan pada longsoran yang diduga terjadi akibat curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir. ”Pencarian difokuskan pada titik longsor dengan menggunakan alat penyemprot air,” katanya.

Hingga Senin petang, kata dia, korban belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (12/2/2019) pagi. (ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.