Nasional

MN KAHMI Sebut Tepuk Tangan Masyarakat Makin Buat KPK Paling Benar

Redaktur: Redjo Prahananda
MN KAHMI Sebut Tepuk Tangan Masyarakat Makin Buat KPK Paling Benar - Nasional

Hamdan Zoelva. Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Koordinator Presidium MN KAHMI Hamdan Zoelva mengkritik keras kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, ketika kerja lembaga antirasuah mendapat tepuk tangan publik maka saat itu KPK menjadi semakin besar kepala.

"Tambah tinggi hukumannya, tambah ditepukin tangan dan tambah dia (KPK) paling benar," sindirnya saat mengisi diskusi yang digelar MN KAHMI bertajuk 'Eksaminasi Putusan Perkara Irman Gusman' di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu memberi contoh seperti kerja Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kata Hamdan, ketika OTT berlangsung, semua media diundang dan yang melakukan OTT ditepuki tangan masyarakat. Ia mengagap hal ini sangat berbahaya.

"Bagi saya ini bahaya buat keadilan. Bukan menegakkan keadilan, malah berharap ditepukin tangan gitu loh," tandasnya.

Hamdan menegaskan, semua kasus korupsi yang ditangani KPK telah menghilangkan keadilan personal. Harusnya, penegak hukum steril, membangun keadilan tanpa mengorbankan keadilan publik dan personal.

Selain itu, ia menilai, kerja KPK yang hanya memenjarakan seseorang tidak membuat penegakan hukum berjalan efektif. Bukti konkretnya, Hamdan sebut, dari tahun 2004 korupsi tidak pernah berhenti.

"KPK itu tidak hanya menangkap orang sebanyak banyaknya tapi yang lebih penting adalah bagaimana menata, merekomendasi sistem dengan mengevaluasi, monitoring agar korupsi tidak terjadi lagi. inilah yang terjadi pada kasus Irman dan kasus-kasus lain," pungkasnya. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.