Nasional

Satu Tahun Ciptakan Robot Kopi, 1 Unit Franchise Hingga Rp.500 Juta

Redaktur: Redjo Prahananda
Satu Tahun Ciptakan Robot Kopi, 1 Unit Franchise Hingga Rp.500 Juta - Nasional

Robot Kopi tengah menyajikan kopi

INDOPOS.CO.ID – Minuman ini cukup dikagumi masyarakat Indonesia. Rasanya yang pahit, minuman ini menghangatkan badan pas disajikan saat panas. Kopi. Banyak diproduksi oleh petani Indonesia.

Menjadi negara pengekspor kopi, kini di Indonesia dibanjiri kedai kopi. Baik itu di pasar tradisonal hingga di pusat perbelanjaan (mall). Melihat kebutuhan pasar itulah, Johanes (39) menciptakan robot kopi.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1979 ini, membutuhkan waktu satu tahun untuk merakit robot kopi. Robot kopi ciptaannya merupakan generasi kelima dari sekolah robot Indonesia Sari Teknologi.

“Robot kopi ini dirancang untuk melayani pembeli kopi. Jadi robot ini bisa menyiapkan kopi dari proses menyeduh sampai menyajikan kopi,” ujar Yohanes Kurnia kepada INDOPOS di Rembugnas Pendidikan dan Kebudayaan di Depok, Selasa (12/2/2019).

Bermodal pengetahuan yang dia peroleh saat kuliah di Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta, robot kopi buatan Yohanes cukup simpel. Robot tersebut, ia klaim sebagai generasi baru industri 4.0 ini di bidang jasa.

Selama 12 tahun Yohanes mengoprek dan mengulik robot. Ia mengaku, tidak pernah menekuni pendidikan khusus robot. Dengan robot kopi, ia berharap bisa membantu pengusaha kopi di Indonesia.

“Tangan robot ini punya lima jari, jadi benar-benar menyerupai tangan manusia,” ungkapnya.

Robot kopi ini, dikatakan pendiri Sari Teknologi ini berbentuk kapsul. Sehingga, setiap pembeli kopi bisa secara langsung menyaksikan proses penyajiannya.

“Untuk biaya franchise Rp.500 juta. Jadi pengusaha kedai kopi tidak lagi merekrut pelayan. Robot ini bisa ditaruh di mall,” ujarnya.

Robot kopi rancangan Yohanes bukan yang pertama. Di beberapa negara, seperti Amerika dan Singapura sudah memiliki masing-masing satu buah robot.

Lebih jauh Yohanes mengungkapkan, waktu banyak tersita sejak proses menemukan konsep robot hingga desain robot. Dari desain elektronika, desain mekanika hingga proses program robot.

“Ini sangat susah, dan kami (tim) menyelesaikan 1 tahun. Robot ini merupakan generasi baru dari robot pelayan yang sudah kita ciptakan sebelumnya,” terangnya.

Robot pelayan, masih ujar Yohanes hanya melayani dan membantu membawa barang saja. Robot ini tidak bisa membuat sesuatu seperti yang ditemukan pada robot kopi.

“Jadi robot kopi ini melayani juga bisa membantu membuat kopi,” katanya.

Ia mengaku, berhasil meciptakan robot pelayan pada 2015 lalu. Robot tersebut merupakan generasi ketujuh, sementara robot kopi merupakan robot generasi baru di bidang makanan.

“Kami akan kembangkan lagi robot untuk bidang makanan. Seperti robot pembuat pizza, pembuat hamburger,” ucapnya.(nas)

Berita Terkait


Baca Juga !.