Megapolitan

Menanti Izin Operasi LRT Jakarta

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Menanti Izin Operasi LRT Jakarta - Megapolitan

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID – Target pengoperasian light rail transit (LRT) Jakarta tinggal dua pekan lagi. Namun, pihak LRT Jakarta hingga kini belum mengantongi izin operasi. Direktur Proyek LRT Jakarta Iwan Takwin mengatakan, Dinas Perhubungan (Dsihub) DKI Jakarta masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menerbitkan izin operasi LRT Jakarta.

’’Jadi kan Dishub ini menunggu rekomendasi dari Kemenhub untuk mengeluarkan izin operasi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Untuk menerbitkan rekomendasi dan sertifikat layak operasi, menurut Iwan, Kemenhub harus melakukan serangkaian uji sertifikasi LRT Jakarta. Ia menambahkan, Balai Pengujian Perkeretaapian Kemenhub telah menyertifikasi seluruh rangkaian kereta LRT Jakarta. “Sertifikat layak operasi untuk delapan rangkaian LRT itu sudah terbit,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini Kemenhub tengah menyertifikasi prasarana LRT Jakarta, yakni stasiun dan depo, untuk kemudian menerbitkan rekomendasi dan sertifikat layak operasi prasarana LRT Jakarta.

Iwan menyebutkan, beberapa hal yang diuji Kemenhub antara lain semua fasilitas di stasiun, area peron, jalur kereta, area parkir kereta di depo, hingga area pemeliharaan kereta di Depo Kelapa Gading.

“Rekomendasi dan sertifikat layak operasi sarana dan prasarana ini menjadi dasar bagi Dishub DKI Jakarta untuk menerbitkan izin operasi LRT Jakarta,” terangnya.

Iwan optimistis rekomendasi dan sertifikat layak operasi dari Kemenhub terbit sebelum akhir Februari. Sertifikasi dilakukan bersamaan dengan penyelesaian konstruksi proyek LRT. Iwan menyebut seluruh pekerjaan konstruksi hampir rampung. Untuk mainline dan 5 stasiun sudah 98 persen, sementara untuk depo sudah 90 persen.

“Rekomendasi dan sertifikat dari Kemenhub ditargetkan sudah terbit sebelum kami persiapan operasi. Sehingga Dishub bisa mengeluarkan izin operasi segera,” akunya.

Lebih jauh Iwan mengungkapkan, sebelum LRT Jakarta beroperasi secara komersial untuk masyarakat umum, operator berencana melakukan operasi terbatas atau trial run mulai 15 Februari mendatang. Tujuannya untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana sebelum beroperasi.

“Kami ingin saat operasi komersial sudah terbiasa, maka kami minta tim operator memulai trial run untuk membiasakan dengan equipments, kereta-kereta yang ada,” bebernya.

Dalam trial run tersebut, lanjut Iwan, operator akan mengundang pihak tertentu untuk mencoba LRT Jakarta. Hal ini untuk mengkondisikan semua hal yang kemungkinan bisa terjadi di lapangan saat LRT beroperasi.

“Penumpang harus ada, ini untuk cek beban. Dan kami saat ini juga menunggu pembahasan tarif oleh Pemprov DKI,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Satpol PP DKI Jakarta Kusmanto mengatakan, untuk izin operasi dikeluarkan oleh pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Namun demikian, untuk proses pendaftarannya PT LRT Jakarta harus mengantongi surat rekomendasi dari Dishub DKI Jakarta atau sebaliknya.

“Jadi prosesnya rekomendasi dari Dishub DKI dan izin operasi dari PSTP. Bisa juga pendaftaran ke PTSP baru minta rekomendasi ke Dishub,” ungkapnya. (nas)

Berita Terkait


Baca Juga !.