Megapolitan

Halte Pasar Rumput Tidak Dipindah

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Halte Pasar Rumput Tidak Dipindah - Megapolitan

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - Aksi tawuran masih saja terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Bahkan di sekitar kawasan Pasar Rumput, sering terjadi tawuran. Pemprov DKI mengaku punya beberapa langkah solusi. Namun sejauh ini tawuran masih berulang.

Wakapolsek Tebet, Jakarta Selatan, AKP Rusdy Dalby menegaskan bahwa masalah tawuran, pemicunya sederhana. Ada beberapa versi, ada yang main bola kemudian salah satu tim ada yang kalah. "Karena ada yang kalah taruhan itu tidak seberapa besar hanya Rp 15 ribu. Namun dibayarnya 13 ribu dan ceng-cengan biasa lalu timbul aksi tawuran," katanya.

Atas kejadian beberapa hari lalu itu, sambung Dalby, seorang pelaku yang diduga sebagai provokator diamankan. "Karena ada 1 pelaku ini jadi provokator maka kita amankan, berikut senjata tajam, ya sudah diamankan tidak ada lagi tawuran," tegasnya.

Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta, Taufan Bakri menegaskan, ada tiga konsep yang telah diusulkan oleh Kesbangpol Provinsi kepada para kasuban. Salah satunya, menyiapkan pendidikan sekolah bagi yang putus sekolah, melatih keterampilan bekerja, dan memberikan edukasi secara moral bagi para pemuda.

Sekadar diketahui, aksi tawuran antarwarga sering pecah di kawasan Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan. Pada Sabtu (2/2/2019), tawuran juga terjadi di lokasi yang sama hingga menyebabkan rusak fasilitas halte Transjakarta yang ada di Pasar Rumput. Kepala Humas Transjakarta Wibowo mengatakan, halte busway Pasar Rumput tetap pada tempatnya. Tidak dipindah. "Posisinya masih di sana," katanya, Selasa (12/2/2019).

Camat Setiabudi Dyan Airlangga pun sempat turun langsung menyambangi warga di Kelurahan Pasar Manggis, untuk mencari tahu akar permasalahannya.

Usai bertemu dan berdialog dengan sejumlah ketua RW, RT, dan para tokoh masyarakat sekitar, Dyan menuturkan bahwa awal mula kericuhan yang terjadi belakangan ini akibat aksi provokasi dari kedua belah pihak pelaku tawuran.

"Jadi tawuran ini akibat provokasi antar warga Menteng Tenggulun dan Pasar Manggis, saling memprovokasi dan merespons," ujar Dyan di Kawasan Pasar Manggis.

Terkait ramainya aksi tawuran yang terjadi di kawasan Pasar Rumput akhir-akhir ini, Dyan menuturkan, pihaknya tengah mencari akar permasalahannya.

Untuk memberikan efek jera kepada para pelaku tawuran, Dyan Airlangga Camat Setiabudi mengancam akan memajang wajah para pelaku lewat banner di sepanjang Jalan Sultan Agung, Pasar Rumput, Jakarta Selatan. (ibl)

Berita Terkait

Megapolitan / Idealnya Setiap RW Punya Taman

Megapolitan / Transjakarta Klaim Lakukan Audit Menyeluruh

Megapolitan / Angka Parkir Baru Belum Kunjung Beres

Megapolitan / Atasi Banjir, Siapkan Pompa Mobile

Megapolitan / Menanti Pemberlakuan ERP


Baca Juga !.