Ekonomi

Bagasi Berbayar Tidak Salahi Aturan

Redaktur: Sicilia
Bagasi Berbayar Tidak Salahi Aturan - Ekonomi

Grafis Angga Gumelar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sedangkan Pengamat Transportasi Alvin Lie menyebut, masalah bagasi berbayar coba dilihat tidak dari persektif aturan di Indonesia namun coba dilihat dari aturan internasional. "Sebab sebagai bagian dari anggota penerbangan internasional tepatnya dalam resolusi International Air Transport Association (IATA) nomor 302 tahun 2011 yang ditegaskan bahwa maskapai diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri kebijakan bagasi," ujarnya, Selasa (12/2/2019). 

Menurut Alvin, dalam aturan itu disebutkan mulai dari membebaskan biaya bagasi seluruhnya, sebagian, ataupun mengenakan biaya pada bagasi yang dibawa oleh penumpang. "Tidak hanya itu, kewenangan pengenaan biaya tersebut juga boleh dengan penentuan tarif berdasarkan biaya per kilogram, biaya berdasarkan sektor, biaya sama rata dan sebagainya," jelasnya.

Lebih lanjut Alvin mengatakan, di dalam negeri,  sejak dulu tidak diatur. Maskapai bebas menentukan sendiri. Bahkan di Peraturan Menteri (Permenhub) nomor 185 tahun 2015 ditegaskan bahwa maskapai berbiaya rendah atau no frill boleh menerapkan bagasi berbayar atau tanpa bagasi gratis. 

"Sedangkan untuk maskapai dengan kategori medium service dapat memberikan bagasi gratis hingga 15 kilogram. Lalu untuk full service maksimal 20 kilogram," ujarnya.

Jadi lanjut Alvin, terkait penerapan bagasi berbayar oleh maskapai LCC jika dilihat dari aturan yang ada, baik internasional atau Indonesia tidak menyalahi aturan yang ada. Sebab mereka berhak untuk itu.

"Dan untuk ini para maskapai tersebut juga telah melaporkan terkait rencana pemberlakukan bagasi berbayar dan juga telah melakukan sosialisasi," jelasnya. 

Pemberlakukan bagasi berbayar ini menimbulkan polemik dan sempat terjadi penolakan, hal tersebut kata dia,  karena konsumen penerbangan telah lama dimanjakan dengan pemberian bagasi cuma-cuma. Dan ini merupakan perubahan yang pahit. 

"Tidak hanya di Indonesia, di Inggris perubahan yang terjadi juga menimbulkan resistensi. Seperti belum lama ini, maskapai LCC bernama Flybe menerapkan aturan bahwa bagasi yang dibawa ke kabin harus diukur volumenya dan besarnya. Dan yang melebihi aturan yang ada akan dikenakan biaya tambahan, maka ramailah publik di Inggris," pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan untuk mengakhir polemik terkait pro kontra bagasi berbayar ini maskapai diharapkan lebih mengedepankan faktor proporsional dan mengencarkan sosialisasi terkait bagasi berbayar baik dari tarifnya ataupun acuan aturan yang berlaku. "Tidak dipungkiri jika saat ini ada maskapai langsung mengenakan tarif yang cukup memberatkan ditambah lagi kurang sosialisasi, akhir terjadilah kegaduhan. Saya mempunyai keyakinan jika konsumen dikenakan tarif yang proporsional dan diberikan sosialisasi yang masif maka penumpang akan bisa menerima," ujarnya. (dai)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Desak Investigasi Kenaikan Tarif Pesawat

Ekonomi / Mediasi Tarif Kargo Alot

Ekonomi / Citilink Ikuti Saran Pemerintah, Tunda Bagasi Berbayar

Ekonomi / Citilink Tunda Pemberlakuan Bagasi Berbayar


Baca Juga !.