Megapolitan

Kaji Transportasi Umum di Permukiman

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Kaji Transportasi Umum di Permukiman - Megapolitan

REKAYASA - Suasana Lalu lintas di Jalan Dukuh Bawah, Jakarta Pusa(13/2/2019). Dishub DKI Jakarta me la kukan langkah rekayasa arus lalu lintas di sekitaran Landmark, Setiabudi. Foto: Toni Suhartono/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan akan melakukan pengkajian adanya transportasi umum Transjakarta di permukiman. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengubah masyarakat agar beralih menggunakan transportasi umum dibandingkan pribadi.

Saat melakukan peninjauan lokasi operasional Transjakarta di Apartemen Taman Rasuna dan Rasuna Epicentrum, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin mengatakan, kajian tersebut akan dibahas lebih lanjut dengan pihak terkait seperti Transjakarta serta Sudin Perhubungan Jakarta Selatan.

"Kami bersyukur apabila transportasi ini diwujudkan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga sedikit demi sedikit masyarakat akan beralih ke moda transportasi umum untuk mengurangi volume kemacetan," katanya.

Dengan adanya moda transportasi umum di kawasan Apartemen Taman Rasuna dan Rasuna Episentrum, diharapkan dapat menjadi percontohan untuk kawasan permukiman lainnya.
"Mudah-mudahan, dengan adanya moda transportasi umum di wilayah pemukiman ini, dapat menjadi percontohan untuk kawasan permukiman rumah susun atau apartemen lainnya," jelasnya.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Apartemen Taman Rasuna (P3SRS-ATR) Naufal Firman Yursak menyampaikan terima kasih terhadap dukungan pemerintah Jakarta Selatan dalam membantu mewujudkan transportasi umum sekitar permukiman Apartemen Taman Rasuna.

"Sehingga ada transportasi publik yang dapat menjangkau area tersebut dan memudahkan masyarakat melakukan aktivitasnya. Kita juga berharap dengan masuknya transportasi publik ini, masyarakat dan karyawan yang bekerja di kawasan Rasuna Epicentrum ini dapat mulai meninggalkan kendaraan pribadinya demi kelancaran lalu lintas," tandasnya.

Sementara itu, guna melakukan antisipasi kawasan terintegrasi angkutan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan langkah rekayasan arus lalu lintas di sekitaran Landmark, Setiabudi. Sosialisasi rekayasa lalu lintas berupa pemberlakuan sistem satu arah di kawasan seputas gedung Landmark Tower Setiabudi, tepatnya seberang Wisma BNI 46, Setiabudi, Jakarta Selatan, mulai dilakukan pada Selasa (12/2/2019).

"Sosialisasi dilakukan pada Selasa (12/2/2019)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko.

Sigit menambahkan, rekayasa meliputi sisi selatan Landmark Tower yang berada di Jalan Setia Budi Tengah. Sehingga kendaraan hanya diperbolehkan melintas dari arah dari timur menuju barat atau dari arah Manggarai menuju Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Pemberlakuan sistem satu arah juga berlaku bagi kendaraan dari sisi utara Landmark Tower yang berada di Jalan Galunggung, yakni bagi kendaraan dari arah dari barat menuju timur atau Dukuh Atas menuju Manggarai, Jakarta Selatan.

Sedangkan jalan pada sisi barat Landmark Tower, dibuat satu arah dari arah selatan menuju utara atau bundaran Landmark Tower menuju kolong Dukuh Atas. Begitu pula pada jalan pada sisi timur Landmark Tower dari arah utara menuju selatan atau dari bundaran Landmark Tower menuju Jalan Galunggung Raya.

Selain itu, pengendara dari simpang Galunggung atau dari sisi barat Landmark Tower, tepatnya kolong Jalan Jenderal Sudirman dilarang belok kanan. Begitu juga pengendara dari arah Jalan Setiabudi Tengah di sisi timur Landmark Tower.

"Sosialisasi mulai diberlakukan. Penutupan jalan dari arah Jalan Jenderal Sudirman yang turun ke bawah Landmark Tower sudah ditutup. Pengguna jalan dialihkan ke jalan di depannya apabila mengarah ke Dukuh Bawah," tandasnya.

Petugas Dishub DKI Jakarta tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi rekayasa arus lalu lintas. Pengendara belum banyak yang tahu ada rekayasa arus lalu lintas di sekitaran Landmark tersebut. "Ya belum tahu ini ada rekayasa. Jadi kaget aja, tapi kan nanti lama-lama juga tahu," ujar pengendara motor, Doni, 30, karyawan swasta.

Pemberlakuan sistem satu arah di seputaran gedung Landmark Tower dilakukan searah jarum jam. Sosialisasi rekayasa arus lalulintas tersebut akan digelar selama dua pekan, mulai 12 Februari hingga 26 Februari 2019 mendatang. Sistem satu arah di seputar Landmark Tower akan diberlakukan permanen pada 27 Februari 2019.

Kasudinhub Jakarta Selatan Christianto menambahkan, ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi kawasan Dukuh Atas sebagai kawasan pusat integrasi angkutan di Stasiun Sudirman. Kondisi eksisting sekarang kalau pagi dan sore sangat padat dan cenderung macet. "Nanti disitu terjadi integrasi dengan MRT Commuterline, LRT dan Kereta Bandara," ungkapnya, Rabu (13/2/2019).

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah memberlakukan jalan satu arah di seputar kawasan transit development oriented (TOD) Dukuh Atas yang terletak di Jalan Kendal. Tepatnya lahan bekas Pasar Blora, Menteng, Jakarta Pusat pada akhir tahun 2017.

Rekayasa arus lalu lintas berupa pemberlakuan jalan satu arah itu meliputi Jalan Tanjung Karang dan Jalan Blora menuju Jalan Kendal, Jakarta Pusat. Jadi, ketiga jalan tersebut hanya dibuka bagi kendaraan yang berasal dari arah utara atau Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Rekayasa tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan atas sejumlah transportasi publik, antara lain commuter line, TransJakarta, kereta bandara serta light rail transit (LRT), serta MRT yang bermuara di TOD Dukuh Atas. (ibl)

Berita Terkait


Baca Juga !.