Megapolitan

Mencurigakan, Belasan WNA Diciduk Imigrasi

Redaktur: Syaripudin
Mencurigakan, Belasan WNA Diciduk Imigrasi - Megapolitan

KELAS BELAJAR ANAK IMIGRAN - sejumlah anak-anak imigran ilegal belajar di kelas belajar khusus yang dibuat pemerintah di kawasan Puncak, kabupaten Bogor, rabu (13/2/2019). Pemkab Bogor mendata jumlah imigran yang bermukim di wilayah itu mencapai 1.766 orang. imigran itu berasal dari 16 negara kawasan konflik seperti Palestina, sudan, irak, iran dan negara lainnya. Foto: Yulius satria WijaYa/antara

INDOPOS.CO.ID - Petugas Imigrasi Kelas II Bekasi menangkap 11 Warga Negara Asing (WNA) di salah satu apartemen yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (12/2/2019). Penangkapan ini diduga berhubungan adanya dugaan tindak kejahatan online.

”Tapi masih dugaan loh, karena barang buktinya mengarah ke sana. Makanya masih kami lakukan pendalaman," terang Kepala Imigrasi Kelas II Bekasi, Petrus Teguh Aprianto, Rabu (13/2/2019). Kesebelas warga asing itu terdiri dari 10 orang WN Nigeria, dan satu orang WN Ghana.

Atas penangkapan ini petugas mengamankan 10 unit laptop, 18 ponsel, enam buah modem, tiga buah flashdisk, dan sebelas kartu perdana. Adanya penangkapan ini, kata Petrus juga, berkat informasi masyarakat yang melapor adanya warga asing tinggal di beberapa kamar di apartemen.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata warga asing tersebut diduga melanggar UU Keimigrasian. Sebab, beberapa diantara kepemilikan paspornya sudah overstay.

"Setelah pemeriksaan paspor milik 4 WNA sudah overstay, sedangkan 7 WNA lainnya belum menunjukkan dokumen yang dimiliki. Sehingga dari unsur-unsur awal tersebut akhirnya petugas mengamankan 11 orang itu," kata Petrus lagi.

Dari hasil pemeriksaan, kata Petrus juga, 11 WNA tersebut sudah tinggal selama satu bulan di apartemen tersebut. Satu kamar di apartemen itu, disewa oleh 3 sampai 4 orang. ”Tempat tinggal mereka berpindah-pindah. Malah kami sudah amankan kartu akes dari apartemen lain yang didapat dari salah satu kamar WNA," lanjutnya.

Saat ini, kata Petrus lagi, jajarannya masih mendalami kepemilikan visa seluruh warga asing ilegal tersebut. Pasalnya, mereka mengaku tinggal di Indonesia untuk keperluan bisnis. "Dari yang kami ketahui, dokumen mereka izinnya hanya kunjungan. Tapi pengakuan mereka mau berbisnis, tidak tahu bisnis apa tepatnya,” cetusnya. (dny)

Berita Terkait

Internasional / Diduga Mengajar Tanpa Izin

Headline / KPU Hapus 101 WNA Masuk DPT Pemilu 2019

Nasional / Polemik KTP-El Bagi Para WNA, Ini Faktornya

Headline / Wow, Ada 1600 Warga Asing yang Miliki KTP-El


Baca Juga !.