Banten Raya

Diduga Keracunan, Puluhan Warga Lebak Diare

Redaktur: Syaripudin
Diduga Keracunan, Puluhan Warga Lebak Diare - Banten Raya

PENGOBATAN-Belasan warga yang menderita diare mendatangi UPT PKM Kecamatan Banjarsari guna perawatan medis. Foto: Yasril Chaniago/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Puluhan warga Kampung Cipanginuman dan Sakoja, Desa Jalupanggirang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, mendadak mengalami diare masal. Diare terjadi berbarengan usai warga menyantap makanan usai syukuran akikah di salah satu rumah warga setempat, Selasa malam (13/2/2019).

Puluhan warga mulai anak-anak hingga dewasa itu mengalami mual, pusing, sakit perut hingga diare sejak Selasa malam (13/2/2019) hingga Rabu pagi (14/2/2019). Puluhan warga yang kondisinya lemah dilarikan ke UPT Pelayanana Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Banjarsari untuk mendapatkan tindakan medis.

 Hidayat, 43, salah seorang warga menuturkan sejak Selasa malam ada belasan warga di dua kampung di Desa Jalupang Girang yang mengalami diare hampir bersamaan. Warga secara berurutan datang ke UPT PKM Banjarsari karena kondisinya lemah. Kini, belasan warga itu masih dalam perawatan medis.

”Warga kena diare masal seperti keracunan, karena buang air besar lebih dari 20 kali sehari. Awalnya mereka sakit perut dan kembung. Karena kondisinya payah, lalu dibawa ke Puskemas dan diinfus,” terang Hidayat,  kepada koran ini, Rabu (14/2). Hinga kini belum diketahui penyebab pasti diare massal yang dialami warga tersebut.

Namun, sejumlah korban mengungkapkan sebelum diare masal melanda, mereka menyantap makanan pada acara syukuran akikah. ”Tetapi, apakah penyebab diare masal yang dialami puluhan warga karena makanan yang dihidangkan saat akikah? Kami juga belum tahu,” ungkap Sahim, 40, warga lainnya.

Sementara itu, Yayan Suryana, kepala UPT PKM Kecamatan Banjarsari mengatakan ada 50 orang warga yang mengalami diare masal tersebut. Dari jumlah itu, 13 orang masih dirawat di PKM Banjarsari karena kondisinya masih lemah. Sedangkan 37 warga lainnya dirawat di rumahnya masing-masing.

Dia juga mengaku belum bisa memastikan penyebab pasti diare yang dialami 50 warga tersebut. Saat ini, katanya juga, tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, tengah melakukan observasi dan meneliti penyebab diare masal yang dialami warga di dua kampung tersebut.

Yayang juga mengaku mendengar dari keterangan warga mereka terserang diare usai menyantap makanan usai acara syukuran akikahan. ”Beberapa jam setelah menyantap hidangan usai akikah warga langsung sakit. Tapi belum bisa dipastikan penyebab diare masal itu. Harus tunggu uji laboratorium,” terangnya juga.

Dia bersyukur, tim dari Dinkes Kabupaten Lebak sudah terjun ke dua kampung itu guna mencari penyebab diare masal yang dialami warga tersebut.  Yayan menambahkan, penanganan pasien diare masal itu tidak terkendala karena fasilitas gedung PKM Banjarsari memadai dan cadangan obat-obatan mencukupi. (yas)

 

 

 
 
 
 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Dua petani di Ngawi Tewas Akibat Keracunan Gas di dalam Sumur

Megapolitan / Tujuh Siswa SD Keracunan Minuman

Megapolitan / 52 Warga Keracunan Masal Masih Dirawat


Baca Juga !.