Nasional

Kasus Dugaan Korupsi PT Waskita Karya

Redaktur:
Kasus Dugaan Korupsi PT Waskita Karya - Nasional

ILUSTRASI - Para pekerja proyek waskita karya. Foto : IST

INDOPOS.CO.ID - Penyidikan kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya terus berlanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa sebelas orang saksi terkait dengan kasus tersebut, Kamis (14/2/2019). Baik dari internal maupun eksternal PT Waskita Karya.

Berdasar keterangan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, sebelas orang itu terdiri atas Anton Victor, Soetrisno, Samsul Purba, Budi Arman, Mintadi, dan Octovis. Selain itu, Setijanto Noegroadi, Eka Desniati, Haris Gunawan, Benny Panjaitan, serta Denny Alvarino juga turut diperiksa oleh KPK. Dari sebelas saksi tersebut, seluruhnya diperiksa untuk tersangka Yuly Ariandi Siregar atau YAS.

Penyidik KPK masih berusaha mendalami data dan informasi yang diketahui oleh para saksi terkait dengan latar balakang penggunaan sub kontraktor dalam sejumlah proyek.  Selain itu, aliran uang juga menjadi perhatian utama lembaga antirasuah itu dalam penanganan kasus yang menyeret salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. ”Aliran dana terkait dengan proyek,” imbuhnya.

Dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut KPK juga melaksanakan penggeledahan tiga lokasi di Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Salah satu tempat yang digeledah adalah rumah Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Desi Arryani yang pernah bertugas sebagai kepala divisi dan bagian direksi di PT Waskita Karya. Namun, Febri memastikan bahwa penggeledahan itu tidak ada kaitannya dengan PT Jasa Marga.

Febri menyampaikan, semua penggeledahan itu dilakukan terkait dengan kasus dugaan korupsi yang membelit PT Wasikita Karya. ”Karena kami juga ada bukti-bukti terkait perkara. Dalam hal ini terkait dengan proyek Waskita Karya tersebut” terang dia. Karena itu, dia menyampaikan kembali, penggeledahan di rumah dirut PT Jasa Marga dilakukan terkait posisi yang bersangkutan saat bertugas di PT Waskita Karya.

Dari penggeledahan tersebut, KPK mengamankan sejumlah dokumen yang ada hubungannya dengan proyek garapan PT Waskita Karya. ”Seperti apa dan dokukem-dokumen terkait itu detailnya bagaimana, tentu itu yang perlu kami cari,” terang pria asal Padang tersebut. Febri pun menegaskan kembali, penyidikan kali ini tidak melebar dari 14 proyek yang diduga sebagian proyek itu menggunakan skema sub kontraktor fiktif.

Namun demikian, bukan tidak mungkin ada pengembangan yang dilakukan oleh lembaga antirasuah. ”Kami fokus dulu di sini. Bahwa nanti ditemukan misalnya bukti-bukti lain selain itu, tentu akan kami cermati,” beber Febri.

Dia mengungkapkan, belum ada lagi tersangka baru dalam penanganan kasus tersebut. Hanya saja, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka lain.

Namun, mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu belum bisa membeberkan saksi yang akan dipanggil selanjutnya. Pastinya, 21 saksi sudah diperiksa penyidik KPK usai melaksanakan penggeledahan.

”Nanti kalau dibutuhkan lagi pemeriksaan saksi yang lain itu akan dilakukan pemanggilan,” pungkas pria berkacamata itu. Tentu saja waktu dan siapa saja saksi yang dimaksud akan disampaikan lebih lanjut. (bar/ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.