Nasional

Waktu Penahanan Tersangka Ditambah

Redaktur:
Waktu Penahanan Tersangka Ditambah - Nasional

LANJUTAN - PPK Kemenpora Adhi Purnomo bersama Staf Kemenpora Eko Triyanto kembali menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/2/2019). Foto : Rivan Awal Lingga/ANTARA

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan terhadap tiga tersangka kasus suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI tahun anggaran 2018.

”Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai 16 Februari sampai dengan 17 Maret 2019 untuk tiga tersangka suap terkait dengan penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI pada tahun anggaran 2018,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Tiga tersangka itu, yakni Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, dan Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kemenpora.

Perpanjangan penahanan itu, kata Febri, dikarenakan penyidikan terhadap tiga tersangka itu masih berjalan. ”Penyidikan masih berjalan sehingga sesuai kebutuhan penanganan perkara serta alasan objektif dan subjektif maka dilakukan perpanjangan penahanan,” ucap Febri.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK tengah mencermati mekanisme bantuan Rp 50 miliar yang diterima KONI dari Kemenpora selama 2018. Sebelumnya, KPK telah terlebih dahulu mengidentifikasi peruntukan dana hibah dari Kemenpora ke KONI sejumlah Rp 17,9 miliar yang akan digunakan untuk pembiayaan pengawasan dan pendampingan (wasping).

Selain bantuan "wasping" tahap dua sejumlah Rp17,9 miliar tersebut. KPK juga mencermati mekanisme bantuan Rp 50 miliar yang diterima KONI selama 2018, yaitu "wasping" tahap satu Rp 30 miliar, dan bantuan kelembagaan KONI Rp 16 miliar, juga bantuan operasional KONI Rp 4 miliar. Oleh karena itu, diduga total dana Kemenpora yang mengalir sebagai bantuan ke KONI pada tahun 2018 sejumlah Rp 67,9 miliar.

Sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus itu, yakni diduga sebagai pemberi, yaitu Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA). Diduga sebagai penerima, yakni Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP), dan Eko Triyanto (ET). (ant)

Berita Terkait

Headline / Gubernur Aceh Divonis 7 Tahun

Hukum / Rommy Curhat soal Fasilitas Rutan hingga Buku Yoga

Hukum / Ketua KPK Punya Harapan di Bulan Suci Ramadan

Hukum / KPK Perpanjang Penahanan Bowo Sidik Pangarso

Hukum / KPK dan Kemenkumham Bahas Penyempurnaan UU Parpol

Nasional / KPK Panggil Sofyan Basir sebagai Tersangka


Baca Juga !.