Headline

Rusia Tuding Paman Sam

Redaktur: Juni Armanto
Rusia Tuding Paman Sam - Headline

MIGRASI - Sejumlah warga Venezuela melintasi Trochas atau jalan setapak di dekat Jembatan Internasional Simon Bolivar di Villa del Rosario, Norte de Santander, Kolombia pada Rabu (13/2) lalu. Warga Venezuela yang dilanda krisis mencari peruntungan menuju ke negara tetangga, Kolombia. Foto : Raul Arboleda/AFP

INDOPOS.CO.ID - Rusia menuding Amerika Serikat (AS) bisa memanfaatkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Venezuela sebagai dalih bagi campur tangan militer. Skenario serupa pernah digunakan berulang kali di Timur Tengah. Demikian dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemenlu) Rusia Maria Zakharova  di Moskow sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anado, Kamis (14/2/2019) malam.

Saat kubu oposisi Venezuela gagal meraih kekuatan, lanjut Zakharova, ini mendorong Gedung Putih untuk menerapkan skenario kekerasan di Venezuela.

Dengan mengutip penolakan Palang Merah Internasional untuk ikut dalam pengiriman bantuan kemanusiaan sebagai bukti kemungkinan tersebut, Zakharova  menegaskan, Palang Merah menolak ikut dalam sesuatu yang bukan bantuan kemanusiaan.

Perempuan juru bicara itu menyebutkan, pembekuan rekening perusahaan minyak raksasa Venezuela, PDSVA, dan beberapa pejabat militer bergabung dengan oposisi sebagai langkah yang tak bisa diterima dan melanggar nilai-nilai demokrasi serta ekonomi yang berlandaskan pasar.

Zakharova menambahkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov dijadwalkan bertemu dengan timpalannya Siprus Yunani Nikos Christodoulides pada 21 Februari 2019 mendatang.

”Kedua pejabat itu akan bertukar pandangan mengenai sejumlah masalah regional dan internasional yang bersinggungan dengan kepentingan timbal-balik mereka, termasuk penyelesaian masalah Siprus dan situasi di Bagian Timur Laut Tengah," katanya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menyampaikan pidato mengenai Venezuela di Miami pada Senin (18/2/2019) depan. Dalam kesempatan itu, Trump juga akan menyuarakan dukungan terhadap Juan Guaido, yang oleh AS dianggap sebagai presiden sementara yang sah bagi negara Amerika Selatan itu.

Trump yang berencana menghabiskan akhir pekan ini di wisma liburan Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida akan menyampaikan pidato mengenai Venezuela dan ‘bahaya sosialisme’ di Florida International University di Miami.

Trump dan sejumlah pejabat tinggi AS berupaya menekan Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada Guaido yang merupakan tokoh oposisi yang kini menjabat sebagai Kepala Majelis Nasional Venezuela.

Tiga pekan lalu, Guaido mengajukan ketentuan konstitusi untuk melanjutkan kepresidenan dengan alasan terpilihnya Maduro dalam pemilu tahun lalu diwarnai kecurangan. Sebagian besar negara-negara Barat, termasuk AS telah mengakui Guaido sebagai kepala negara yang sah. Meskipun demikian, pemerintahan sosialis Maduro masih mendapat dukungan Rusia dan China, serta memiliki kekuasaan terhadap sejumlah lembaga negara termasuk militer.

Menjelang kampanye pilpres AS pada 2020 yang kembali diikuti Trump, pemerintahan Trump menyakinkan pendukung setianya mengenai Venezuela di South Florida. Florida selatan menjadi rumah komunitas terbesar warga Venezuela yang mengasingkan diri ke AS. Negara bagian yang menaungi kota itu, Florida, memiliki banyak pemilih mengambang yang kerap dianggap sebagai penentu kemenangan pemilu nasional.

Awal bulan lalu, Wakil Presiden Mike Pence tampil ke mimbar di Doral, pinggiran Miami untuk menyuarakan dukungan bagi oposisi yang mencoba melengserkan Maduro. Pada Oktober lalu, Penasehat Keamanan Nasional John Bolton juga menyampaikan pidato di Miami mengenai ‘tiga tirani’ yang merujuk kepada Kuba, Venezuela, dan Nikaragua.

Trump dalam pidato politiknya, termasuk saat pidato State of the Union mencoba mengaitkan hubungan antara yang terjadi di Venezuela yang diperintah kaum sosialis dengan gelombang baru kader Partai Demokrat yang berhaluan kiri yang berhasil menguasai kursi mayoritas di DPR AS dalam pemilu November lalu.

Pada Kamis, (14/2/2019) Trump bertemu dengan Presiden Kolombia Ivan Duque dan membahas situasi di Venezuela yang mengalami keterpurukan ekonomi serta kelangkaan pangan dan obat-obatan. Pemerintah telah mengirim pasokan bantuan pangan dan obat-obatan ke perbatasan Kolombia dengan Venezuela dalam langkah yang menambah tekanan terhadap Maduro.

"Rakyat diperlakukan dengan sangat buruk, dan sangat sedih menyaksikannya, terlebih karena kami memiliki hubungan yang erat," kata Trump. Ia menegaskan bahwa krisis Venezuela terjadi di ‘depan pintu’ Amerika. (ant)

 

Berita Terkait

Internasional / Pesawat Pembom AS di Perbatasan Rusia Ciptakan Ketegangan

Internasional / Pesawat Pembom AS di Perbatasan Rusia Ciptakan Ketegangan

Bola Dunia / Pulihkan Harga Diri!

Internasional / AS-Iran Gelut di Konferensi PBB

Internasional / KTT Vietnam Gagal, Pabrik Rudal Korut Tetap Beroperasi


Baca Juga !.