Politik

Jelang Debat Kedua, Para Ahli Iklim dan Kehutanan Keluarkan 10 Rekomendasi

Redaktur: Novita Amelilawaty
Jelang Debat Kedua, Para Ahli Iklim dan Kehutanan Keluarkan 10 Rekomendasi - Politik

Jumpa pers APIK Indonesia. Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK) menyatakan, Jokowi dan Prabowo harus mampu menjawab konkret persoalan riil dunia energi dan lingkungan dalam debat kedua Pilpres 2019.

Ketua APIK Mahawan Kuruniasa menyebut, dalam sektor ini ada tiga tantangan nyata yang dihadapi bangsa ini di masa depan. Ketiganya yakni, soal keterbatasan sumber daya alam, tekanan penduduk, dan teknologi ramah lingkungan.

"Bila ingin menjadi negara maju yang berwawasan lingkungan, tiga hal itu perlu menjadi fokus kepemimpinan di masa yang akan datang," cetusnya dalam jumpa pers APIK di Kawasan Sabang Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Mahawan menuturkan bahwa pihaknya bakal menyusun manifesto bidang lingkungan hidup untuk mendorong visi dan misi yang konkret dari para kandidat capres. Hal ini juga supaya terbangun kesadaran dan keseriusan menghadapi isu lingkungan global, termasuk perubahan iklim.

"Manifesto ini untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dan berwawasan lingkungan pada tahun 2045," tandas akademisi Universitas Indonesia itu. (jaa)

Berikut 10 Manifesto yang direkomendasikan APIK :

1. Sumber daya alam dan jasa lingkungan memiliki keterbatasan. Untuk menjamin tercapainya visi Indonesia menjadi negara maju, pembangunan nasional dan regional harus dikendalikan agar tidak melampaui daya dukungnya, melalui pembangunan yang berawawasan lingkungan.

2. Pertumbuhan jumlah penduduk perlu segera dikendalikan. Pertumbuhan penduduk menjadi faktor utama tekanan terhadap sumber daya alam dan jasa lingkungan. Keberhasilan pengendalian jumlah penduduk, menjadi kunci pencapaian visi Indonesia menjadi negara maju yang berwawasan lingkungan

3. Perlunya percepatan pengembangan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi ramah lingkungan dalam skala besar. Kapital manusia yang meliputi keterampilan, pengetahuan, serta 
teknologi menjadi faktor penentu transisi ketergantungan dari sumber daya alam tidak terbarukan kepada sumber daya alam terbarukan.

4. Restorasi lingkungan penentu pembangunan ekonomi masa depan. Kapital alam dan kemampuan pengelolaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan menjadi penentu pembangunan masa depan karena semakin terbatasnya sumber daya alam global, terutama untuk menjaga ketahanan air dan pangan.

5. Industri ramah lingkungan menjadi modal menuju negara maju berwawasan lingkungan. Pengembangan industri ramah lingkungan selain meningkatkan efisiensi penggunaan dan melestarikan sumber daya alam dan jasa lingkungan, juga mendukung pengembangan teknologi hijau.

6. Pengendalian perubahan iklim nasional bergantung pada reduksi emisi sektor energi dan kehutanan. Indonesia perlu membangun kemitraan internasional untuk pengembangan teknologi energi baru terbarukan dalam skala besar. Dalam sektor kehutanan, dibutuhkan inovasi pengelolaan kawasan konservasi dan hutan lindung yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar dan ekonomi wilayah, antara lain pengembangan pariwisata berkelanjutan.

7. Tata ruang menjadi landasan pencapaian Indonesia menjadi negara maju dan berwawasan lingkungan. Tata ruang sangat mempengaruhi aktivitas budidaya dan perlindungan wilayah 
pembangunan, struktur dan dinamika demografi, sentra-sentra ekonomi. Selain itu juga menjaga keseimbangan antara kebutuhan dengan penyediaan air dan pangan. Tata ruang juga perlu mempertimbangkan budaya dan kearifan lokal masyarakatnya.

8. Permasalahan lingkungan membutuhkan penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Permasalahan deforestasi, serta bencana kebakaran hutan dan lahan, banjir, longsor, juga 
permasalahan sampah sangat terkait dengan penegakan hukum dalam pemanfaatan kawasan hutan dan penggunaan lahan.

9. Perlu percepatan penanganan sampah. Pengurangan sampah yang perlu waktu yang relatif panjang dan terkait dengan perilaku, oleh karena itu dibutuhkan percepatan penanganan sampah. Apalagi semakin meningkat kesejahteraan, produksi sampah akan semakin meningkat.

10.Pengembangan sumber daya manusia dan profesi bidang lingkungan hidup menjadi kunci daya saing masa depan. Upaya untuk mencapai visi Indonesia menjadi negara maju dan berwawasan lingkungan, sumber daya manusia yang menguasai ilmu lingkungan dan teknologi ramah lingkungan menjadi modal utamanya. Untuk itu pengembangan lembaga pendidikan dan penelitian bidang lingkungan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika pembangunan. 

Berita Terkait


Baca Juga !.