Nasional

KLHK Tingkatkan Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan 

Editor: Novita Amelilawaty

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Panjaitan (ketiga dari kanan) menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Asap Akibat Karhutla, Banjir, Puting Beliung, Longsor, dan Konflik Sosial di di Pontianak. Foto: Dok KLHK for dhika/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat dan pihak lainnya tetap siaga. Melakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tahun 2019. 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Panjaitan menekankan pentingnya deteksi dini dan sinergitas dalam pengendalian karhutla. 

KLHK melalui Manggala Agni mempunyai tugas pokok sebagai pengendali kebakaran hutan. Bersama TNI, POLRI, dan masyarakat telah melaksanakan patroli terpadu pencegahan karhutla sejak tahun 2016. 

"Untuk menunjang deteksi dini, KLHK akan membangun tower CCTV di tiga Daops dan melengkapi sarana prasarana Manggala Agni dengan drone,” ujar Raffles dalam keterengan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyampaikan penanganan bencana asap dampak karhutla di wilayahnya perlu ketegasan terutama bagi sektor swasta untuk memenuhi kewajiban dalam lingkungan hidup terutama karhutla. "Selanjutnya penegakan hukum dan aturan perlu terus ditekankan, dan upaya pencegahan perlu dikedepankan," jelasnya. 

Sutarmidji menambahkan bahwa dalam lima tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalbar mendorong terbentuknya 500 desa mandiri yang diharapkan mampu berpartisipasi dalam penanganan karhutla di tingkat desa.

Kapolda Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menuturkan, upaya penegakan hukum serta mengutamakan upaya pencegahan melalui operasi kepolisian baik bersifat preventif maupun represif. "Beberapa permasalahan di Kalbar antara lain status lahan yang tidak jelas kepemilikannya dan juga pembakaran yang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat," tutur Didi. (dan)

 

Berita Lainnya kan