Ekonomi

Perhutanan Sosial jadi Motor Ekonomi Baru

Redaktur: Ali Rahman
Perhutanan Sosial jadi Motor Ekonomi Baru - Ekonomi

Kunjungan Menteri BUMN RI Rini Soemarno ke Lumajang, Jawa Timur, Jumat (15/2/2019) yang dihadiri oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Bisnis Kecil & Jaringan BNI Catur Budi Harto beserta Direksi BUMN terkait.

INDOPOS.CO.ID - Program Perhutanan Sosial binaan PT BNI (Persero) mulai membuahkan hasil. Salah satu penerima manfaatnya, yaitu Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Lestari di Lumajang, Jawa Timur. Lembaga ini sukses mengembangkan potensi bisnis di daerahnya.

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI, Bambang Setyatmojo menuturkan, berbagai manfaat yang diperoleh petani dan peternak yang mengikuti Program Perhutanan Sosial mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya mendapatkan hak pengelolaan lahan hingga 35 tahun, berkesempatan memperoleh dukungan CSR dari BNI, tidak hanya memperoleh KUR melainkan juga layanan perbankan lain seperti Kartu Tani.

"Banyak perubahan yang signifikan sejak Program Perhutanan Sosial menyentuh desa ini, di antaranya pembiayaan KUR kepada 205 penerima SK sebesar Rp 4,6 miliar dengan jumlah sapi meningkat dari 400 ekor menjadi 882 ekor, produksi sapi meningkat dari 3 robu liter per hari menjadi lebih dari 5.100 liter per hari, dan jumlah ternak kambing tumbuh dari 8 ribu ekor menjadi 11 ribu ekor," ujarnya kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Sabtu (16/2/2019).

Sebelumnya, BNI telah menjadi bagian penting dalam penyaluran KUR Program Perhutanan Sosial di Jambi, Palembang Sumatera Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Barat kepada para petani penggarap lahan hutan. Sejak 2017, BNI sudah berkiprah dalam Perhutanan Sosial di Jawa Timur, dimana sampai dengan 31 Januari 2019, penyaluran KUR BNI di Perhutanan Sosial sebesar Rp 18,8 miliar yang diterima oleh 3.170 penerima SK Perhutanan Sosial.

Untuk diketahui, LMDH Wono Lestari memiliki 367 anggota yang mengolah lahan di sekitar hutan seluas 940 hektar. Dengan adanya Program Perhutanan Sosial, sebanyak 367 petani anggotanya mendapatkan Surat Keterangan Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK). Dengan adanya sertifikat tersebut, petani tergerak untuk turut menjaga hutan, bukan merusaknya demi menanam tanaman pertanian. (rmn)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Indobisnis / Cakupan Program OKMAR 2018/2019 Diperluas Hingga ke Kalimantan

Indobisnis / BNI Lanjutkan Gerakan Kawal Musim Tanam OKMAR

Indobisnis / BNI Dukung Program Perhutanan Sosial di Jabar

Nasional / Pahami Beda Sertipikat Hak Atas Tanah dan Perhutanan Sosial


Baca Juga !.