Nasional

Indonesia-Norwegia Masuki Fase Baru Kerjasama Pengendalian Perubahan Iklim

Editor: Ali Rahman

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Siti Nurbaya(kedua dari kiri) pada pertemuan bilateral dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

INDOPOS.CO.ID - Indonesia telah melaksanakan sejumlah corrective actions di sektor hutan dan penggunaan lahan selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah juga telah memperkenalkan langkah-langkah baru untuk melindungi hutan, khususnya hutan primer dan lahan gambut.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mempunyai pijakan-pijakan yang kuat dalam langkah perbaikan dan korektif di bidang lingkungan dan kehutanan.

"Langkah-langkah korektif pemerintah Indonesia dilakukan secara konseptual, dan syarat dengan scientific sensing. Pendekatan dalam langkah korektif ini juga berbeda dari sebelumnya, dimana kita banyak berinteraksi dengan aktivis, akademisi, dan lain-lain dalam berbagai pengambilan keputusan," ujar Menteri Siti usai pertemuan bilateral dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Pada pertemuan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Siti Nurbaya dan Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Ola Elvestuen, mengumumkan bahwa kedua negara meluncurkan fase baru dari kerjasama bilateral di bidang pengendalian perubahan iklim dan kehutanan. Kedua negara juga telah menyetujui aturan pembayaran berbasis hasil dari Norwegia ke Indonesia untuk pengurangan emisi.

Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi emisi dari deforestasi. Indonesia juga menyerukan kemitraan internasional untuk meningkatkan kontribusinya terhadap Paris Climate Agreement dan mengurangi emisi hingga 41 persen pada tahun 2030.

Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia Ola Elvestuen, menilai Indonesia telah melakukan reformasi regulasi yang berani dalam pengendalian perubahan iklim.

"Berbagai upaya tersebut telah menunjukkan hasil. Mungkin terlalu dini untuk melihat tren yang jelas, tetapi jika deforestasi terus menurun, kami siap meningkatkan kerjasama dengan Indonesia dan mendukung segala upaya yang dilakukan," kata Menteri Elvestuen.

Keberadaan hutan yang lestari sangat penting untuk memenuhi Perjanjian Iklim Paris dan SDGs. Diperlukan tindakan substansial untuk mengurangi emisi dari deforestasi jika dunia ingin mempertahankan kenaikan suhu global di bawah 1,5 - 2 derajat.

Sebelumnya, delegasi Norwegia melakukan kunjungan lapangan ke hutan bakau Papua Barat. Menteri Elvestuen juga menyatakan mendukung pemerintah Indonesia untuk melakukan konservasi hutan dan laut, khususnya Provinsi Papua Barat. (srv)

Berita Lainnya kan