Unicorn, Blunder Terburuk Prabowo 

INDOPOS.CO.ID – Pakar politik Charta Politika, Yunarto Wijaya melihat segmen kelima debat ke-2 Capres jadi yang paling menentukan. Ada sebuah blunder yang membahayakan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto. 

”Blunder terbesar Prabowo dari semua segmen. Karena di sesi unicorn, Prabowo bukan hanya tidak tahu unicorn tapi soal duit yang bisa lari ke luar itu punya efek negatif ke elektoral ke segmen terbesar, milenial,” tutur Yunarto kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Yunarto mengaku, kaget dengan jawaban-jawaban Prabowo. Terutama tentang pandangan negatif terkait unicorn dan bisnis startup digital.  ”Itu efeknya bisa ke kalangan milenial, digital, ini kemudian dilihat dalam framing yang sangat negatif oleh Prabowo,” sebutnya. ”Statemen itu membawa efek buruk di kalangan milenial. Walaupun masih kalah dengan Jokowi, tapi situ selisihnya paling kecil. Unicorn tadi itu bidang segmented dan spesifik terkait interest yang dianggap menarik oleh milenial,” imbuhnya.

Diamini Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun. Dia juga menilai Jokowi menguasai data dengan detail saat debat melawan Prabowo Subianto. Sementara itu, Prabowo, dinilai Rico, defisit data. ”Saya melihat Pak Prabowo dalam debat jangka panjang agak kekurangan detail data, atau stamina penyediaan data kurang lengkap,” tegas Rico.

Rico menilai, Jokowi lebih menguasai data dengan detail. Terkait pengelolaan nelayan, Jokowi relatif berhasil membantah kritik Prabowo. ”Dalam hal ini, Pak Jokowi terlihat lebih menguasai detail data,” tuturnya. ”Tentang pengelolaan nelayan misalnya. Pak Jokowi relatif berhasil menjelaskan dan membantah kritik Pak Prabowo,” bebernya. (aen)

 

Komentar telah ditutup.