Megapolitan

Banjir Masih Mengancam

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Banjir Masih Mengancam - Megapolitan

PERLU PENANGANAN - Kondisi sekitar Halte Pedati di Jalan DI Panjatitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/2/2019) siang. Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS 

INDOPOS.CO.ID – Banjir masih menjadi pekerjaan rumah di Jakarta. Setidaknya terlihat pada akhir pekan kemarin. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (16/2/2019) hingga dini hari Minggu (17/2/2019), membuat sejumlah titik di Jakarta banjir atau tergenang air. Genangan air tingginya variatif. Dari sekitar 10 centimeter hingga 70 centimeter.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menyebutkan, sejumlah wilayah DKI Jakarta sempat tergenang air. Genangan akibat curah hujan tinggi terjadi di beberapa jalan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Tak hanya jalan, genangan juga sempat menggenangi kawasan seperti di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketinggian air mencapai 50 cm. Selain itu, di Kuningan Barat, Rawajati, Duren Tiga, Kalibata, dan Cipulir.

Kompleks Polri Pondok Karya, Mampang, Jakarta Selatan, sempat banjir. "Ini 50-70 cm," tandas salah seorang warga, Widi, di lokasi, Minggu (17/2/2019). Banjir tersebut setidaknya merendam 5 RT. Ia mengatakan banjir itu disebabkan luapan air Kali Mampang.

Sebelumnya, pada Jumat (15/2/2019) siang setelah hujan deras sekitar 15 menit, kawasan Pedati, Jatinegara, Jakarta Timur, mengalami genangan di Jalan DI Panjaitan, Bypass, Jakarta Timur. Namun demikian genangan setinggi 60 cm itu cepat surut. Akibatnya banyak pengendara motor dan mobil melaju pelan menghindari banjir dan rusaknya jalanan di lokasi sebelum Halte Pedati itu.

Terpisah, Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin Bina Marga DKI Jakarta Utara Mahendra mengatakan, pihaknya maupun Sudin Bina Marga wilayah Jakarta lainnya memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan jalan lokal dan jalan permukiman.

"Sudin Bina Marga Jakarta Utara, kami hanya menangani jalan lokal dan Jalan lingkungan. Untuk jalan arteri di wilayah Jakarta Utara dikerjakan oleh Dinas Bina Marga," ungkapnya dihubungi Jumat (15/2/2019).
Sedangkan Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur Mustajab mengatakan, pada 2019 melakukan normalisasi di sebelas lokasi saluran penghubung.

Saluran penghubung tersebut di antaranya berada di Tifar Cakung dan Griya Tifar. Normalisasi tersebut, menurutnya, untuk meningkatkan kapasitas saluran. “Kami juga melakukan pengerukan seperti di Embung Cakung Timur, di sana sudah ada 4 alat berat. Kemudian di Kali Cakung di Rawa Kuning,” bebernya.
Ia mengakui, meskipun upaya pencegahan banjir sudah dilakukan, di beberapa daerah masih dilanda banjir.

Seperti yang terjadi banjir di 15 titik. Titik tersebut, menurutnya, yang bersinggungan dengan proyek pembangunan LRT Jabodebek dan proyek Tol Becakayu. Titik banjir itu di antaranya di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Mayjen Sutoyo. “Jadi yang banjir terakhir kemarin tidak pernah kami duga sebelumnya. Bahkan, wilayah yang rawan atau siaga banjir, malah tidak banjir,” katanya.

Lebih jauh Mustajab mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan banjir. Dengan melakukan pembersihan drainase dan saluran kali. Kemudian menyiapkan sarana pengendali banjir seperti pompa dan pintu air. “Untuk Jakarta Timur kami siapkan 22 titik pompa dan pompa mobile ada 8 unit,” bebernya.
Untuk antisipasi tanah longsor, masih ujar Mustajab, pihaknya telah menyiagakan dump truk. Pasalnya, Jakarta Timur rawan terjadi bencana tanah longsor.

Adapun Kepala BPBD DKI Jakarta Jupan Royter mengatakan, pihaknya telah memberikan informasi terkait bencana yang diperkirakan terjadi di Jakarta. Seperti banjir, menurutnya, informasi berdasarkan dari tinggi muka air di hulu.

“Kami selalu minta warga di bantaran sungai untuk antisipasi banjir, apabila ada kenaikan muka air di hulu. Sementara warga di pinggir pantai selalu kami minta waspada banjir rob, apabila intensitas curah hujan tinggi,” katanya. Sedangkan Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan belum merespons ketika dihubungi INDOPOS, Minggu (17/2/2019). (ibl/nas)

Berita Terkait

Nasional / Drainase Buntu, 35 Rumah di Rangkasbitung Terendam Banjir

Daerah / Banjir dan Longsor Ancam Wilayah Utara Indonesia

Daerah / Curah Hujang Tinggi, Waspadai Banjir dan Longsor

Banten Raya / Banyak Turap Rusak, Banjir Jadi Ancaman Serius

Megapolitan / Banjir Menyapa saat Sahur Perdana

Megapolitan / Banjir yang Terdalam, Nyaris Menyamai Kejadian pada 2007


Baca Juga !.