Nasional

Manggala Agni KLHK dan Tim Gabungan Terus Padamkan Karhutla di Sumatera dan Riau

Editor: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Akibat adanya El Nino lemah, telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa lokasi di Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Kejadian Karhutla di beberapa lokasi ini terus ditangani oleh Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Satgas Gabungan.

Laporan terakhir dari kegiatan aksi lapangan diketahui bahwa di Provinsi Sumut sudah tidak terpantau kejadian karhutla. Hal ini dikonfirmasi dari hasil laporan harian oleh Manggala Agni Daops Pematangsiantar, Daops Sibolangit dan Daops Labuhanbatu.

Sementara di Provinsi Riau berdasarkan patroli udara dengan Heli Bell 412 PK-DAS terpantau lokasi dinyatakan aman karhutla (tidak terpantau fire spot), yaitu di Talang Mandau, Bukit Batu dan Giam Siak Kecil, di Kabupaten Bengkalis. Kemudian untuk di Mumugo Kabupaten Rokan Hilir, Bangsal Aceh Kota Dumai dan Rupat Kabupaten Bengkalis, hasil pemantauan udara memperlihatkan terpantau kejadian karhutla dan berpotensi meluas akibat bahan bakar yang sangat padat dilokasi kejadian.

Pada kesempatan terpisah Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B Panjaitan menekankan pentingnya deteksi dini dan sinergitas sampai tingkat tapak dalam pengendalian karhutla.

“KLHK melalui Manggala Agni bersama TNI, POLRI, dan masyarakat telah melaksanakan patroli terpadu pencegahan karhutla sejak tahun 2016.Untuk menunjang deteksi dini, KLHK akan membangun tower CCTV di tiga Daops dan melengkapi sarana prasarana Manggala Agni,” ujarnya.

Selanjutnya untuk kejadian karhutla di Provinsi Riau dilaporkan masih terjadi dibeberapa tempat, yaitu di Jln. Toen Taher Dusun 1 Kampung Sialang Baru Desa Sri Tanjung Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, seluas sekitar 15 ha yang sampai saat ini sudah masuk hari ke-4 upaya pemadaman oleh Manggala Agni Daops 4. Kemudian juga kejadian karhutla di Jalan Perjuangan Kelurahan Teluk Lecah Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis yang telah masuk upaya pemadaman hari ke-7 oleh Mangala Agni Wilayah Sumatera Daops Dumai.

Selain itu, masih di Provinsi Riau, upaya pemadaman karhutla juga terus berlangsung untuk di Jln. Parit 3 RT 06 Kelurahan Bangsal Aceh Kecamatan Sei Sembilan Kota Dumai dan di Jln. Abdullah Ali Blok Perkebunan Pak Acan Kelurahan Teluk Makmur Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai yang masing-masing telah memasuki hari pemadaman ke-9 dan ke-7. Untuk yang di Jln. Abdullah Ali Kota Dumai dilaporkan karhutla semakin meluas lebih kurang 2 Ha.

Masih di Kota Dumai upaya pemadaman karhutla juga terus berlangsung hingga hari ke-6, yaitu di Jln. Putri Ayu (Simpang PT) RT 02/RW 03 Kepenghuluan Mumugo Kecamatan Tanah Putih Rokan Hilir, dan di Jln. Lingkar Timur Km 28 Desa Tasik Serai Barat Kecamatan Talang Mandau Kabupaten Bengkalis.

Kejadian Karhutla di Provinsi Riau membutuhkan waktu pemadaman yang cukup lama dikarenakan terjadi pada tanah Gambut. Namun dengan kesigapan Personil dari Manggala Agni bekerjasama dengan BPBD, POLRI, TNI, Aparat Desa, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Warga sekitar kejadian karhutla ini semakin mudah dipadamkan.

Sebagai informasi tambahan, data perbandingan jumlah total titik panas (hotspot) seluruh Indonesia tahun 2015-2018 berdasarkan satelit Terra/Aqua per tanggal 16 Desember 2018, tercatat trend-nya menurun, yaitu 70.971 titik (tahun 2015), 3.844 titik (tahun 2016), 2.440 titik (tahun 2017), dan 9.205 titik (tahun 2018).

Kemudian untuk data perbandingan luas total areal terbakar di seluruh Indonesia akibat karhutla tahun 2015-2018 berdasarkan pantauan citra satelit landsat 8 OLI/TIRS yang dioverlay dengan data sebaran hotspot serta laporan hasil groundcheck dan laporan pemadaman oleh Manggala Agni, tercatat trend-nya juga menurun, yaitu 2.611.411 ha (tahun 2015), 438.363 Ha (tahun 2016), 165.484 Ha (tahun 2017), dan 510.564 Ha (tahun 2018).

Jumlah hari terjadinya asap lintas negara pada tahun 2015 selama 22 hari, tahun 2016 selama 4 hari, dan pada tahun 2017 dan tahun 2018 tidak terjadi asap lintas negara tetangga. Sedangkan jumlah hari tanggap darurat (Emergency Response Day) tahun 2015 selama 151 hari, dan tahun 2016, 2017 dan 2018 tidak terjadi hari tanggap darurat. (adv)

Berita Lainnya kan