Lifestyle

Mewarnai Bisa Pulihkan Kasus Trauma

Redaktur: Novita Amelilawaty
Mewarnai Bisa Pulihkan Kasus Trauma - Lifestyle

SERIUS-Anak - anak rumah Amalia menjalani pemulihan trauma dengan menggambar. Foto: Ahmad Sukarno Hamid/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pernahkah Anda membayangkan kata seni? Terbayang seniman gondrong yang sedang melukis, dengan alunan musik. Ternyata seni, tidak hanya terbatas pada ekspresi oleh seniman yang dituangkan dalam hasil karya yang mempesona dalam bentuk lukisan atau mewarnai namun dapat juga digunakan sebagai media terapi.  


Tidak kalah dari teknik lainnya, justru seni mewarnai sebagai terapi memiliki kelebihannya tersendiri.  "Penggunaan seni sebagai media terapi sudah mulai berkembang sejak tahun 1930-an di mancanegara," ujar Muhammad agus syafii Ketua Rumah Amalia di kawasan Cileduk, Banten, Selasa (19/2/2019).


Agus mengemukakan penggunaan mewarnai cukup sering tampil pada penanganan kasus trauma. Seseorang yang pernah mengalami peristiwa traumatik seringkali merasa terguncang jiwanya bahkan jauh setelah peristiwa buruk berlalu.


Pada kasus trauma, seringkali sangat sulit untuk menceritakan rincian pengalaman traumatiknya. "Melaui mewarna emosi seseorang akan tercurahkan di media gambar, "katanya. 


Ketika mewarnai seseorang menjadi mengingat kembali pengalamannya, dan merasakan seolah pengalaman itu terulang kembali. Penghindaran atau rasa ingin cepat-cepat kabur dari sesi terapi sering terjadi karena ketidaksanggupan seseorang mengendalikan dirinya.


"Saat terapi dengan media seni mewarnai sedang berlangsung, seseorang diminta untuk menuangkan pikiran, ingatan, emosi, dan apapun yang sedang dirasakannya ke dalam sebuah terapi seni mewarnai,"jelasnya. 


Keseruan menggunakan seni mewarnai  dalam proses terapi sesungguhkan merupakan senjata ampuh ketika terapis berhadapan dengan anak-anak.


"Karakter terapi seni mewarnai  menyediakan wadah ekspresi yang bebas, tanpa penghakiman, dapat melibatkan warna-warna ceria, dan mendorong keaktifan koordinasi mata dan gerak anggota badan lainnya menjadikan proses terapi lebih dinamis dan tidak melulu diisi dengan kegiatan berbincang,"katanya. 


Oleh sebab itulah, terapi berbasis seni visual cenderung lebih disukai, sehingga membantu kelancaran proses terapi secara keseluruhan. (ash)



Baca Juga


Berita Terkait

Hobi / Altic, Ubah Image Mobil Babe

Hobi / Perjuangan Sukardi Menangkarkan Jalak Bali


Baca Juga !.