Internasional

13 Hal yang Tidak Dilakukan Orang Tua Bermental Kuat 

Redaktur: Ahmad Nugraha
13 Hal yang Tidak Dilakukan Orang Tua Bermental Kuat  - Internasional

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Terkadang banyak cara yang dilakukan orang tua untuk mendidik anaknya agar bermental kuat. Cara ini dianggap ampuh untuk menyiapkan sang buah hati menghadapi tantangan dunia. Tak jarang mengharuskan orang tua untuk menyerah pada praktik asuh tidak sehat namun populer yang dapat menghancurkan kekuatan mental anak-anak. 

Membantu anak-anak membangun kekuatan mental tidaklah mudah. Hal ini tentu membutuhkan orang tua dengan mental yang kuat juga. Melihat anak-anak berusaha, mendorong mereka menghadapi ketakutannya, dan mengharuskan mereka bertanggung jawab atas kesalahan mereka mungkin berat. Namun, pengalaman seperti itulah yang dibutuhkan anak-anak untuk mencapai potensi terbesar mereka. Orang tua yang melatih anak-anak mereka tentang makna kehidupan, kebahagiaan, dan kesuksesan selalu menghindari 13 hal ini.

1. Mereka tidak membenarkan adanya mentalitas korban

Tidak masuk dalam tim sepak bola atau mendapat nilai buruk di kelas tidak menjadikan anak anda seorang korban. Penolakan, kegagalan, dan ketidakadilan adalah bagian dari hidup. Daripada membiarkan anak anda mengasihani diri sendiri, ataupun melebih-lebihkan ketidakberuntungan mereka, orang tua bermental kuat biasanya mendorong anak-anak mereka untuk membuat kesulitan mereka menjadi kekuatan. Mereka mendorong anak-anak mereka mengenali cara dimana mereka tetap dapat melakukan hal positif dalam keadaan apapun.

2. Mereka tidak mengasuh karena rasa bersalah

Perasaan bersalah dapat membawa anda pada strategi pola asuh yang tidak sehat, seperti menyerah pada anak setelah anda mengatakan tidak atau memberikan mereka segalanya di saat liburan. Orang tua bermental sehat tahu, meskipun rasa bersalah itu tidak nyaman, hal itu masih bisa ditolerir. Mereka menolak untuk membiarkan rasa bersalah itu mempengaruhi mereka dalam mengambil keputusan.

3. Mereka tidak menjadikan anak mereka sebagai pusat semesta

Menjadikan anak sebagai pusat kehidupan anda mungkin sangat menggoda. Namun anak-anak yang berpikir mereka adalah pusat semesta tumbuh menjadi anak yang egois. Orang tua bermental sehat biasanya mengajarkan anak berfokus pada apa yang dapat mereka tawarkan pada dunia dibandingkan dengan apa yang mereka miliki.

4. Mereka tidak membiarkan ketakutan mendikte pilihan mereka

Menjaga anak-anak anda dalam gelembung aman mungkin dapat menyelamatkan anda dari kegelisahan. Tapi menjaga anak anda terlalu aman juga dapat menghambat pertumbuhan mereka. Orang tua beremental sehat memandang diri mereka sebagai pemandu, bukan pelindung. Mereka membiarkan anak-anak mereka melihat dunia dan menghadapi kehidupan meskipun anda merasa takut membiarkan mereka pergi.

5. Mereka tidak memberikan anak-anak memiliki kekuasaan melebihi merekab

Anak-anak yang mendikte apa yang akan dimakan untuk makan malam atau mereka mengatur apa yang akan dilakukan di akhir minggu memiliki terlalu banyak kekuatan. Menjadi sama dengan anak-anak atau bahkan membiarkan anak anda memerintah sangatlah tidak sehat untuk anak-anak. Orang tua bermental kuat membiarkan anak-anak mereka membuat pilihan dengan tetap mempertahankan hierarki yang jelas.

6. Mereka tidak mengharapkan kesempurnaan

Berekspektasi tinggi mungkin sehat. Namun mengharapkan terlalu banyak pada anak-anak dapat menjadi bumerang. Orang tua bermental kuat tahu bahwa anak-anak tidak selalu menguasai segala hal yang mereka lakukan. Dibandingkan mendorong anak menjadi lebih baik dari yang lainnya, mereka berfokus untuk menjadikan anak-anak mereka menjadi versi terbaik dari diri mereka.

7. Mereka tidak membiarkan anak mereka menghindari tanggung jawab

Anda tidak akan melihat orang tua bermental kuat mengatakan hal seperti “Saya tidak mau membebani anak saya dengan tugas-tugas, anak-anak sudah seharusnya menjadi anak-anak.” Mereka berharap anak-anak berusaha dan belajar skil yang mereka butuhkan untuk jadi warga yang bertanggung jawab. Mereka secara aktif mengajarkan anak-anak mereka bertanggung jawab atas pilihan mereka dan menugaskan anak-anak mereka tugas yang sesuai umurnya.

8. Mereka tidak melindungi anak-anak mereka dari rasa sakit

Memang sangat sulit melihat anak anda menghadapi rasa sakit ataupun rasa gelisah. Namun anak-anak harus berlatih untuk mentolerir perasaan-perasaaan tidak nyaman. Orang tua bermental kuat memberikan anak-anak mereka dukungan dan bantuan yang mereka butuhkan untuk mengatasi rasa sakit sehingga anak-anak mereka menjadi lebih percaya diri pada kemampuan mereka menghadapi apapun permasalahan yang mereka alami.

9. Mereka tidak bertanggung jawab pada apa yang dirasakan anak-anak mereka

Orang tua biasanya menghibur anak-anak mereka ketika sedih dan menenangkan anak-anak mereka ketika marah. Namun, mengatur emosi anak-anak anda mencegah mereka menguasai skil sosial dan emosional. Orang tua bermental kuat mengajarkan anak-anak mereka untuk bertanggung jawab atas emosi mereka agar anak-anak tidak bergantung pada orang lain untuk mengurus emosi mereka. 

10. Mereka tidak mencegah anak-anak melakukan kesalahan

Baik anak-anak anda melakukan kesalahan dalam ujian mareka ataupun ketika ia lupa membawa peralatan untuk latihan bola, kesalahan selalu menjadi guru terbaik. Orang tua bermental kuat membiarkan anak-anak mereka melakukan kesalahan dan membiarkan mereka menghadapi konsekuensi dari kesalahan mereka.

11. Mereka dapat membedakan hukuman dengan disiplin

Hukuman dilakukan untuk membuat anak-anak menderita atas kesalahan mereka. Sedangkan disiplin dilakukan untuk mengajarkan mereka untuk melakukan hal yang lebih baik kedepannya. Dan ketika orang tua bermental kuat memberikan konsekuensi, tujuan utama mereka yaitu untuk mengajarkan anak-anak mereka membangun disiplin diri dan bahwa mereka akan melakukan hal yang lebih baik kedepannya.

12. Mereka tidak mengambil jalan pintas untuk menghindari ketidaknyamanan

Mengalah saat anak anda merengek atau melakukan tugas anak-anak anda mungkin lebih mudah dan cepat. Namun jalan pintas seperti itu mengajarkan anak-anak kebiasaan yang tidak baik. Mental yang kuat sangat dibutuhkan untuk mentolerir ketidaknyamanan dan menghindari jalan pintas.

13. Mereka tidak kehilangan nilai pandang mereka

Di dunia serba cepat yang dipenuhi kegiatan harian seperti bisnis, tugas rumah dan latihan-latihan. Jadwal yang padat ditambah dengan tekanan untuk menjadi orang tua yang baik di media sosial dapat menyebabkan seseorang kehilangan nilai pandang akan hal terpenting dalam hidup. Orang tua bermental kuat tahu nilai-nilai mereka dan menjamin kehidupan keluarga mereka. (fay/forbes)

Berita Terkait

Lifestyle / Gigi Berlubang Masih Menjadi Momok Bagi Anak-Anak

Nasional / Perkawinan Anak Ancam Ketahanan Nasional 

Raket / Mental Pemain Indonesia Masih Kurang Matang

Lifestyle / Koleksi Baru untuk Si Kecil

Jakarta Raya / Genjot Minat Baca Anak


Baca Juga !.