Ekonomi

Genjot Ekspor, Perbanyak Investasi 

Redaktur: Sicilia
Genjot Ekspor, Perbanyak Investasi  - Ekonomi

CEK KUALITAS-Penggunaan komponen lokal di industri manufaktor serta memperbanyak ekspor adalah salah satu solusi agar neraca perdagangan bisa surplus tahun ini. Foto : Toni Suhartono/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat  neraca perdagangan pada bulan Januari 2019  mengalami  defisit sebesar USD 1,16 miliar. Salah satu penyebabnya adalah adanya defisit migas sebesar USD 454,8 juta. 

Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, impor minyak memang menjadi  salah satu sumber utama defisit perdagangan barang. "Maka dari itu, kebijakan terhadap subsidi BBM dan peningkatan sumber energi dari dalam negeri itu menjadi bagian dari solusi. Itu penyebab pertama. Kalau penyebab lain ya tentu terkait sektor manufaktur kita, yang memang masih banyak tergantung pada impor," ujar Mari Elka di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Namun lebih jauh dia menyarankan, peningkatan ekspor menjadi poin penting. Nah, untuk meningkatkan ekspor Indonesia perlu meningkatkan investasi. 

"Jadi masalahnya bukan kita harus mengurangi impor. Tetapi bagaimana kita tingkatkan ekspor dan investasi, sehingga dengan sendirinya kalau ekspor meningkat, biasanya pembuatan komponen itu akan berkembang di dalam negeri," sarannya.

Dia menambahkan, baru-baru ini keluar kebijakan pemerintah memudahkan ekspor.  Diapun mengapresiasi itu.
Sementara itu, terkait peningkatan investasi, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) untuk periode tahun lalu mencapai Rp 721,3 triliun. Jumlah itu, meningkat sebesar 4,1 persen  dibandingkan tahun 2017.  

Dibandingkan dengan target realisasi investasi RPJMN sebesar Rp 765 trilliun, investasi tahun 2018 tercapai sebesar 94,3 persen. Adapun total realisasi investasi PMDN tahun lalu mencapai Rp 328,6 triliun menunjukkan peningkatan sebesar 25,3 persen, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 262,3 triliun. 

Sedangkan total realisasi investasi PMA tahun 2018 adalah sebesar Rp 392,7 triliun, turun 8,8 persen  dibandingkan realisasi investasi PMA tahun 2017 sebesar Rp 430,5 triliun. Tahun ini, BKPM menargetkan total investasi sebesar Rp 792,3 triliun. (dai) 

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / April, Catat 1.433 Penumpang Internasional

Ekonomi / Neraca Perdagangan RI Defisit USD2,5 Miliar

Headline / Sebut Inflasi April 2019 Sebesar 0,44 Persen

Ekonomi / Investasi Bisa Dimulai dari Uang Kembalian


Baca Juga !.