Nasional

Impor Opsi Terakhir

Redaktur: Achmad Sukarno
Impor Opsi Terakhir - Nasional

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah. Foto : @rabdulah/TWITTER.COM

INDOPOS.CO.ID - Kebijakan impor seharusnya menjadi opsi terakhir untuk memenuhi fungsi Perum Bulog sebagai badan penyangga kebutuhan pangan. Bulog sebagai lembaga penyangga kebutuhan pangan, membutuhkan minimal 1,5 juta ton untuk cadangan jika terjadi hal-hal mendesak seperti bencana atau gagal panen.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan, beras surplus sekitar hampir 3 juta ton yang ada di masyarakat tidak sepenuhnya diserap oleh Bulog. Sebab sejumlah kondisi seperti kualitas yang tidak sesuai hingga kebiasaan masayarakat yang menyimpan beras untuk kebutuhan sendiri.

"Impor bisa dilakukan, namun menjadi pilihan terakhir ketika produksi minus dan cadangan Bulog sudah tidak bisa diusahakan dari dalam negeri," katanya, Selasa (19/2/2019).

Rusli menjelaskan di sisi lain Bulog kekurangan cadangan. Impor menjadi jawaban agar gudang BUMN itu bisa tetap menyimpan pasokan beras. "Hanya saja yang diimpor itu kadang tidak semua masuk ke Bulog, justru malah ke pasar. Makanya perlu ada manajemen logistik yang baik untuk mengaturnya," katanya.

Sebelumnya, isu impor pangan mengemuka dalam debat capres putaran kedua, ketika calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempertanyakan impor pangan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa impor pangan masih dibutuhkan sebagai cadangan strategis untuk menstabilkan harga atau apabila terjadi gagal panen dan bencana alam. Jokowi menyebut, produksi beras mencapai 33 juta ton dengan konsumsi sebanyak 29,5 juta ton. Sehingga, Indonesia sudah surplus hampir 3 juta ton. (ant)

 

TAGS

Berita Terkait

Ekonomi / Serukan Tindakan Balasan ke Uni Eropa

Ekonomi / Anggaran Bawang Putih Rp 500 Miliar

Nasional / Bulog Kirim Bantuan CSR dan Salurkan CBP untuk Jayapura

Nasional / Tekan Harga, Darmin Minta Bulog Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih


Baca Juga !.