Banten Raya

Pose Dua Jari, Lima Sekel Dipanggil Bawaslu

Redaktur: Syaripudin
Pose Dua Jari, Lima Sekel Dipanggil Bawaslu - Banten Raya

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang memeriksa lima sekretaris kelurahan (sekel) di Kecamatan Ciledug. Pasalnya, kelima aparatur sipil negara (ASN) itu berpose dengan gaya dua jari saat sesi foto usai mengikuti acara Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) di Kecamatan Ciledug. Foto lima sekel yang diunggah ke jejaring sosial ini pun sempat viral dan akhirnya dilaporkan.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim mengatakan pemeriksaan lima sekel itu dilakukan pihaknya selama dua hari yakni sejak Senin (18/2/2019). Lima sekel yang dimintai keterangannya adalah Sekel Sudimara Barat, Sekel Sudimara Selatan, Sekel Paninggilan, Sekel Paninggilan Utara, dan Sekel Parung Serab.

”Dari kemarin sampai sekarang, pemeriksaan lima Sekel masih berjalan. Laporan warga kami terima dua hari lalu dan langsung diproses. Kami hanya meminta keterangan lima sekel itu mengenai pose dua jari yang mirip ikon salah satu calon presiden,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bawaslu Kota Tangerang, Selasa (19/2/2019).

Menurutnya juga, pose jari lima sekel itu identik dengan gaya pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 02. ”Nah, lima sekel ini harusnya mengetahui kalau ASN harus netral dan tidak boleh berpihak. Saya juga terkejut, kenapa mereke menggunakan gaya jari seperti itu saat sesi foto," ujar Agus. Diakuinya juga, awalnya pose dua jari lima sekel ini dilaporkan warga kepada Panwaslu Ciledug, Jumat (15/2/2019).

Selanjutnya, surat pemeriksaan pun dilayangkan oleh Bawaslu kepada lima ASN tersebut. Mengingat dalam surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor B/36/M.SM.00.00/2018 tertanggal 2 Februari 2018 meminta ASN bersikap netral dalam Pilpres 2019.

”Kami hanya menjalankan amanat pemerintah soal aturan Pemilu 2019," paparnya juga. Agus juga menyatakan, jika dari hasil pemeriksaan pose dua jari kelima ASN ini ada unsur ketidaknetralan, maka rekomendasi pemberian sanksi akan dilakukan. Sedangkan sanksinya diserahkan kepada Komisi ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Sementara itu, Sekel Paninggilan Utara Ahmad Tribuana menuturkan tak mengetahui jika foto pose dua jari yang dia lakukan bersama empat rekannya identik dengan gaya pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 02. Karena, terangnya juga, pose itu hal yang biasa. Dia juga mengaku tak memiliki tujuan tertentu saat melakukan pose tersebut.

”Kalau di foto kan pasti ada gayanya. Gaya kami seperti itu. Kami tidak tahu kalau dampaknya seperti ini. Selama ini kami netral dan tidak memihak. Memang tidak ada niat ke arah sana,” cetusnya. Ahmad juga menambahkan, tidak mengetahui adanya larangan berpose satu jari dan dua jelang Pemilu 2019.

Dia menduga, itu terjadi karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan KPU setempat. Sehingga, larangan itu tidak diketahui ASN di Kota Tangerang. ”Kami tidak tahu aturannya seperti itu. Tapi alhamdulillah, gara-gara dipanggil Bawaslu kami jadi tahu kalau berpose tidak boleh sembarangan,” pungkasnya. (cok)

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Oknum ASN Digerebek, Wali Kota Cilegon Murka

Hukum / Waduh! Tersangka Korupsi Masih Terima Gaji

Banten Raya / 68 ASN Banten Terbukti Bolos

Nusantara / Tujuh ASN Bolos Kerja Hari Pertama Masuk Dikenai Sanksi Disiplin


Baca Juga !.