Megapolitan

Setahun Beroperasi, PLTSa Belum Hasilkan Listrik

Redaktur: Syaripudin
Setahun Beroperasi, PLTSa Belum Hasilkan Listrik - Megapolitan

BELUM BEROPERASI - Mesin pembangkit listrik sampah yang ada di TPA Sumur Batu, Kota Bekasi. Foto: Deny iskandar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Jadi salah satu daerah percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah ramah lingkungan, tapi hingga kini program itu belum berjalan di Kota Bekasi. Pasalnya, hingga kini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu belum juga beroperasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Padahal, pihak ketiga yang dipercayai mengembangkan PLTSa itu sudah diberikan kesempatan sejak 2016 lalu. Tapi setelah tiga tahun, pembangkit listrik sampah di TPA yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi itu belum beroperasi secara penuh. Meski sudah beberapa kali uji coba PLTSa dilakukan.

"Akan ada uji coba ulang lagi akhir bulan ini. Untuk menegaskan kalau PLTSa itu bisa jalan di TPA Sumur Batu,” terang Sekretaris DLH Kota Bekasi Kustantinah, Selasa (19/2/2019).

Dia juga menambahkan, Kota Bekasi masuk daerah percepatan PLTSa sesuai Perpres No 35 tahun 2018 terkait Tekhnologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang Ramah Lingkungan.

Makanya, disediakan waktu dua tahun diberikan pemerintah pusat untuk menyiapkan seluruh infrastrukturnya PLTSa tersebut. "Karena berlakunya perpres itu kan dua tahun," paparnya juga.

Sejauh ini, kata dia lagi, pihak ketiga yang mengelola TPA Sumur Batu masih terus melakukan uji coba PLTSa. Bukan itu saja, pihak ketiga mengakui masih ada kekurangan seperti perbaikan-perbaikan, termasuk adanya alat yang belum terpasang dalam teknologi pembangkit listrik sampah tersebut. ”Makanya, kita akan ujicoba lagi akhir Februari 2019 ini," katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bekasi Jumhana Luthfi mengatakan sudah menginstruksikan kepada PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) selaku pengembang PLTSa di TPA Sumur Batu melakukan uji coba operasional selama seharian penuh pada awal Februari 2019 lalu.

"Uji coba ini dilakukan untuk melihat progres pengembangan PLTSa Sumur Batu yang sudah bekerjasama sejak 2016," jelasnya. Bilamana sudah diketahui hasil uji coba, kata Luthfi juga, pihaknya akan menyerahkan rekomendasi kepada Wali Kota Bekasi dan memutuskan surat rekomendasi ke Kementerian ESDM.

Sayangnya, Luthfi belum menegaskan kapan PLTSa itu bisa beroperasi. "Kita bukan melihat kendalanya, justru kita kerja sama dengan pihak ketiga untuk membuktikan produksi listrik bisa dihasilkan dari sampah,” paparnya juga.

Meski begitu, Luthfi mengaku, bila tidak berjalan sesuai perencanaan, maka kemungkinan kontrak kerja sama antara Pemkot Bekasi dan PT NWA akan dihentikan. Karena, pemerintah daerah ingin mencari solusi terbaik penanganan sampah di TPA Sumur Batu. ”Bisa juga pihak ketiga diganti, kalau memang tidak bisa membuktikan kalau PLTSa tidak bisa menghasilkan listrik," paparnya juga.

Terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, masih ada yang perlu disempurnakan dari PLTSa Sumur Batu tersebut. Saat ini, katanya juga, pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap hasil uji coba PLTSa yang dilakukan pada awal Februari 2019. ”Ada beberapa yang perlu disempurnakan," paparnya.

Rahmat menambahkan, bila tidak ada listrik yang dihasilkan dari PLTSa itu, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan evaluasi keberadaan pihak ketiga yang mengelola TPA Sumur Batu tersebut. Rahmat juga mengaku, masih menunggu hasil pantauan energi listrik yang dihasilkan PLTSa agar layak dijual ke PT PLN.

”Sudah satu tahun (PLTSa) beroperasi dan menghasilkan listrik tapi tidak banyak. Kapasitas sehari cuma 1,5 megawatt, padahal harus ada 9 megawatt (agar listrik bisa dijual ke PLN)," tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Pembuang Limbah bakal Dijerat Undang-Undang

Megapolitan / Uji Coba PLTSa Sumurbatu Terkesan Dipaksakan

Megapolitan / Lima Kawasan TOD di Kota Bekasi Bakal Berkembang

Megapolitan / Kota Bekasi Kekurangan Dokter Hewan

Megapolitan / Lahan Kumuh di Kota Bekasi masih Tersisa 211,83 Hektare


Baca Juga !.