Internasional

Intip Pertunjukan LED di Kota Terlarang China

Redaktur: Jakfar Shodik
Intip Pertunjukan LED di Kota Terlarang China - Internasional

SPEKTAKULER – Festival lampion menyudahi liburan tahun baru Imlek di Kota Terlarang Tiongkok. Foto CNN

INDOPOS.CO.ID - Untuk kali pertama dalam 94 tahun terakhir, Palace Museum Beijing, dibuka untuk umum. Kota Terlarang itu membuka pintu untuk umum di malam hari dan dengan hasil spektakuler. Acara khusus itu berlangsung 19-20 Februari, merupakan bagian dari perayaan Festival Lampion Beijing. Itu sekaligus menandai berakhirnya liburan Tahun Baru Imlek.

Kota Terlarang biasanya ditutup untuk turis sekitar pukul 16.30 waktu setempat pada musim dingin. Lalu, pukul 17.00 WIB untuk musim panas. Hingga Minggu ini, hanya beberapa orang telah diberikan hak istimewa untuk melihat bangunan luar biasa di malam hari. Namun, pada Selasa malam, sekitar 3 ribu pengunjung beruntung memasuki gerbang Kota Terlarang untuk menyaksikan pertunjukan dramatis. Meliputi pertunjukan lentera, pertunjukan orkestra simfoni, dan proyeksi lukisan Tiongkok kuno.

Salah satunya Zhang Zhifu, sukarelawan keamanan publik berusia 77 tahun menerima tiket gratis dari pemerintah sebagai tanda terima kasih atas kerja suka relanya. ”Saya tumbuh di Beijing dan mengunjungi Kota Terlarang setiap tahun. Tetapi, saya tidak pernah melihatnya di malam hari sampai hari ini,” tutur Zhang kepada CNN Travel.

Sambil memegang bendera nasional China, Zhang mengatakan menghargai tindakan pemerintah. ”Tidak semua orang bisa datang. Ku dengar sangat sulit mendapatkan tiketnya. Benar-benar suatu kehormatan diberi hak istimewa ini,” ucapnya.

Zhang bilang keluarga dan teman-temannya dengan cemas menunggunya mengunggah foto di akun media sosialnya. ”Cucu-cucuku tertarik pada foto-foto yang akan diambil nenek tua mereka yang membosankan demi sebuah perubahan,” tegas Zhang sambil terkekeh.

Meski malam itu sangat dingin dan tidak memiliki tiket, banyak pengunjung memadati perimeter istana kekaisaran kuno supaya dapat melihat pertunjukan cahaya pada malam pertama. ”Festival Lentera China menyuguhkan pertunjukan cahaya talah menjadi tradisi selama 2.000 tahun. Pertunjukan itu merupakan perpanjangan Tahun Baru Imlek,” tukas Direktur Museum Istana Shan Jixiang, kepada CNN Travel. 

”Kami ingin meneruskan tradisi itu dan menerangi arsitektur kuno untuk memberi orang lebih banyak pengalaman festival. Malam ini adalah malam percobaan. Kalau umpan baliknya positif, akan ada lebih banyak acara seperti ini,” imbuhnya.

Umpan baliknya sangatlah cepat. Diskusi tentang tampilan baru Kota Terlarang itu menyemarakkan media sosial menyusul pertunjukan pada hari Selasa. Dan, tentu ada beberapa kritik. ”Acara LED itu terlalu norak. Apakah kaisar berdisko di malam hari?" kata salah satu komentar di Weibo. ”Saya sangat kecewa. Saya berharap terlalu tinggi pada standar estetika di Palace Museum. Lampu LED yang mempesona tidak cocok dengan suasana keanggunan Kota Terlarang,” kritik yang lain.

Selesai dibangun pada 1420, Kota Terlarang merupakan rumah kaisar dan menjadi pusat politik China selama lebih dari 500 tahun. Dulu, merayakan Festival Lentera di Kota Terlarang adalah tradisi untuk keluarga Kekaisaran. Tetapi, kekhawatiran untuk melindungi bangunan arsitektur kuno itu, yang sebagian besar terbuat dari kayu, dari kebakaran muncul. Dan kini tradisi itu punah.

Penyelenggara festival merencanakan acara Festival Lentera tahun ini menggunakan lampu LED, bukannya lentera kertas tradisional dan lilin merah, lapor media setempat. Palace Museum menjadi ikon budaya yang ditampilkan berkali-kali dalam serial TV dan novel Tiongkok. Berita kunjungan malam itu membuat banyak penggemar antusias. ”Aku ingin tahu apakah orang akan menemukan bayangan hantu yang menarik di dinding kuno,” tulis seorang pengguna Weibo.

Tiket untuk tur, yang tersedia gratis secara online, harus segera diambil. Situs web resmi Palace Museum rusak karena kelebihan pengunjung. Hanya, bagian-bagian tertentu dari Kota Terlarang terbuka untuk umum selama tur malam Minggu ini. Bagian itu termasuk ruang pameran Gerbang Meridian, Gerbang Keharmonisan Tertinggi, Tembok Timur, dan Gerbang Sang Kuasa. (fay/CNN)

Berita Terkait

Headline / Berpotensi Lemahkan Kedaulatan NKRI, KPK Mewanti-wanti BUMN

Internasional / Sepertiga Gletser di Himalaya Terancam cair karena Perubahan Iklim

Internasional / China-Amerika Memanas, Himbau Warga Berhati-Hati

Internasional / Berantas Korupsi di Pendidikan dan Kesehatan, China Menghukum 621.000 Orang

Internasional / China Janji Kasih Kemudahan

Internasional / Minta UE Terapkan Aturan Ketat Terhadap China


Baca Juga !.