Headline

Pimpinan KPK Janji Selesaikan Kasus Suap Rolls-Royce

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Pimpinan KPK Janji Selesaikan Kasus Suap Rolls-Royce - Headline

TEGAS-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata (kanan). Foto: Akbar Budi Prasetia/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID -  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menegaskan, pihaknya akan selesaikan kasus lama yang masih mangkrak. Yakni kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015

”Mudah-mudahan sebelum kami selesai sudah kami limpahkan. Janji kami seperti itu, tapi ya makanya ini kasus berkembang terus,” kata Alex kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Alex juga mengatakan, perkembangan kasus Garuda ini memiliki kendala lintas negara. “Perusahaan yang digunakan ada di Singapura untuk menerima uang,” ujarnya. Selain itu, KPK juga berkoordinasi dengan pihak Singapura terkait kendala yang dialami dalam penanganan perkara kasus ini. ”Kita koordinasi dengan otoritas Singapura, kita kerja sama dan sejauh ini baik-baik saja. Yakinlah itu pasti akan kita limpahkan,” imbuhnya.

Pada kasus ini KPK menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka.

Namun, hingga saat ini KPK belum melakukan penahanan terhadap Emirsyah dan Soetikno. Karena menurut Alex, ada beberapa aturan yang perlu di perhatikan. Salah satunya, masa penahanan terhadap tersangka dibatasi hanya 120 hari.”Oh ya belumlah. Jadi kalo penahanan itu kan ada batas maksimal 120 hari. Kalau kita tahan sekarang, sementara penyidik kami masih berupaya untuk lebih memperdalam kasus itu, dan diperkirakan engga selesai dalam waktu 120 hari, lepas dong (tersangkanya, red),” ungkapnya.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Emirsyah Satar telah menerima uang sebesar USD 2  juta dan dalam bentuk barang senilai USD2 juta dari Rolls-Royce melalui pendiri PT MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd. Suap itu diduga terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. (bar)

Berita Terkait


Baca Juga !.