Headline

Prabowo Mustahil Dirikan Negara Khilafah

Redaktur: Jakfar Shodik
Prabowo Mustahil Dirikan Negara Khilafah - Headline

LURUSKAN - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo tegaskan Prabowo Pancasilais. Foto Antaranewscom

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo menegaskan kembali calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto mustahil meninggalkan Pancasila. Omong besar kalau Prabowo dituduh akan mendirikan negara khilafah. ”Prabowo menghabiskan lebih dari separuh usianya sebagai prajurit. Jadi, tidak mungkin meninggalkan Pancasila apalagi mendirikan negara khilafah,” tutur Hashim di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Itu diungkap Hashim untuk menjawab informasi hoaks kalau kedekatan Prabowo dengan kelompok Islam yang mendukungnya maju sebagai Capres pilihan umat dianggap sebagai pintu masuk berdirinya negara khilafah.

Hashim menyebut keluarganya majemuk dan memegang kuat Pancasila. Dengan begitu, mustahil Prabowo mau mendirikan negara khilafah. Kedekatan Prabowo dengan segala komponen anak bangsa bertujuan merangkul semua suku, agama, golongan, dan ras dalam upaya memperkuat nilai NKRI dan Pancasila.

Menurut dia, kesenjangan sosial, ketidakadilan di masyarakat bisa digunakan oknum-oknum tertentu untuk menghasut terjadinya disintegrasi bangsa dan membenturkan antara kaya dan miskin. Pancasila bilang Hashim tidak hanya menyangkut kepercayaan seperti termaktub pada sila pertama. Namun, terdapat pula empat sila lain yang saling berkaitan. Dan, itu sudah menjadi cita-cita luhur pendiri bangsa. ”Karena itu, kita perlu mempertahankan Pancasila sebagai ideologi dan perekat bangsa sehingga Indonesia tidak disintegrasi seperti Uni Soviet dan Yugoslavia,” ingatnya.

Menurut Hashim, perlu ada pemahaman kalau kondisi bangsa saat ini berada di ambang disintegrasi. Itu apabila kesenjangan ekonomi, politik, hukum, dan sosial semakin melebar. (ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.