Politik

Debat Kedua, Partai Golkar Beri Tanda Jempol pada Jokowi

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Debat Kedua, Partai Golkar Beri Tanda Jempol pada Jokowi - Politik

RANGKAP JABATAN- Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri) yang juga menjabat Menteri Perindustrian.FOTO:IST

INDOPOS.CO.ID - Partai Golkar dinilai sebagai partai politik pendukung yang paling cepat merespon kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Termasuk juga dalam merespon hasil debat capres.

“Sikap Pak Airlangga yang langsung merespons dengan cepat terkait debat pertama dan kedua serta apa yang disampaikan Pak Jokowi sebagai capres dalam debat capres harus diapresiasi tinggi sebagai konsep pembangunan ke depan. Dan saya rasa itu tidak dilakukan oleh partai-partai politik pendukung lainnya," ujar  Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) DR. Ujang Komarudin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/2/2019). Hal itu dikatakannya menanggapi

pidato politik Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto yang disiarkan di salah satu televisi swasta baru-baru ini. Dalam pidatonya terkait hasil debat capres kedua, Airlangga Hartarto yang juga Menteri Perindustrian  mengatakan dalam soal substansi, atau isi perdebatan, Partai Golkar memberikan tanda jempol kepada capres Jokowi.

"Uraian beliau berisi, penuh dengan rincian kebijakan, serta disampaikan dengan sangat jelas dan meyakinkan.  Partai Golkar  sangat setuju dengan sikap optimisme dibalik uraian Pak Jokowi. Bangsa Indonesia harus yakin bahwa kita mampu merebut kemajuan di segala bidang,"  jelas Airlangga.

Dalam pidatonya Airlangga juga merasa bangga dalam debat capres kedua ada perdebatan serta pertukaran pikiran antara Jokowi dan Prabowo Subianto yang berjalan lancar dan bersahabat. "Kepada Pak Jokowi dan Pak Prabowo, Partai Golkar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya," kata Airlangga.

Lebih lanjut Ujang Komarudin mengatakan,  isi pidato politik Airlangga Hartarto dinilai sebagai nilai tambah secara objektif bahwa pemerintah dianggap sukses. Pemerintahan Jokowi dalam bidang infrastruktur, energi, lingkungan dan pangan juga dianggap telah berhasil. "Pidato Pak Airlangga adalah dalam upaya memberikan semangat untuk Pak Jokowi untuk membangun bangsa 5 tahun ke depan," ujarnya.

 Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini berharap, budaya saling mendukung yang positif, menyanjung dan membanggakan satu sama lain harus dikembangkan.

“Jadi seharusnya bukan mengembangkan narasi fitnah dan hoaks. Berbicara objektif dalam konteks sebagai partai pendukung maupun mengapresiasi sikap Pak Prabowo perlu dikedepankan, jangan buat air yang jernih menjadi keruh bahkan kotor karena saling protes, hujat dan membuat hoaks,” jelasnya.

Menurut Ujang, partai politik pendukung kedua pasangan capres perlu menjadikan sikap Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai contoh bagi partai pendukung lainnya.

“Partai lain hendaknya juga bisa memberikan statement yang menyejukkan dan penuh optimis seperti pidato Ketum Partai Golkar. Artinya setelah debat para ketua umum parpol diberikan kesempatan untuk mereview atau mengevaluasi debat itu,” pungkasnya. (dai) 

Baca Juga


Berita Terkait

Politik / Suara Golkar Merosot, KMPG Desak DPD DKI Gelar Musdalub

Headline / Surat Evaluasi Kepemimpinan Airlangga Tersebar

Politik / Munas Hanya Jembatan, Pilkada 2020 Fokus Utama

Nasional / Jelang Munas Golkar, Bamsoet Diingatkan Bersikap Elegan


Baca Juga !.