The Gunners Malu-Malu Mau

INDOPOS.CO.ID – Arsenal kini seolah-olah tengah mencoba berdiri di atas satu kaki. Satu kaki lainnya adalah Mesut Oezil. Itu setelah pelatih Unai Emery “membekukan” gelandang 30 tahun tersebut. Ozil baru sekali dipasang sebagai starter pada 2019,. Yaitu ketika jadi kapten saat The Gunners menang 2-1 atas Cardiff City pada matchweek ke-24 (29/1/2019).

Akan tetapi, gelagat Emery yang hobi memarkir Der Rabe julukan Oezil sudah terlihat sejak awal musim. Total, Oezil sudah absen dalam 9 pertandingan di semua ajang dalam kurun waktu Agustus-November 2018. Padahal, kondisinya fit. Oezil bahkan hanya memakan 19 hari untuk 2 cederanya. Yakni, cedera punggung pada 30 November-8 Desember. Juga cedera lutut pada 27 Desember-7 Januari. Memasuki 2019, peruntungannya bersama Emery tidak membaik dengan absen di lima laga.

Pelatih berkebangsaan Spanyol itu selalu menjawab absennya Oezil selain cedera adalah soal kebutuhan taktik. Padahal, taktiknya tanpa Oezil juga tidak terlalu baik. Mereka terlempar dari empat besar Premier League, Piala Liga, dan Piala FA.

Malahan, langkah The Gunners juga sangat mungkin terhenti di Liga Europa. Itu setelah Laurent Koscielny dkk tertinggal agregat 0-1 dari BATE Borisov jelang leg kedua 32 besar dini hari nanti (LIVE RCTI pukul 00.55 WIB).

Namun, eks arsitek Arsenal Arsene Wenger mengatakan bahwa Oezil saat ini ada di zona nyaman setwlah kontraknya diperpanjang hingga 2021 awal tahun lalu. Terlebih, dia saat ini berpredikat sebagai pemain bergaji tertinggi di Arsenal dengan GBP 350 ribu (Rp 6,4 miliar) per pekan.

”Memang, saya merasa durasi kontrak tidak ada hubungannya dengan otomatis jadi starter. Tapi, untuk membeli pemain top kualitas terbaik Anda perlu GBP 100 juta (Rp triliun). Untuk Oezil, lebih mudah mempertahankannya daripada membeli pemain baru dengan uang sebanyak itu,” kata pelatih berjuluk The Professor seperti dilansir Sky Sports.

Perpanjangan kontrak Oezil tahun lalu memang terjadi ketika Wenger masih melatih Arsenal. Nah, beberapa bulan berselang, pelatih asal Prancis tersebut memutuskan resign dari Arsenal sedangkan deal dengan Oezil terlanjur dibuat. Ada asumsi bahwa sebenarnya Emery ingin menendang Oezil dari timnya seperti yang dilakukannya kepada Aaron Ramsey musim ini.

Di lain sisi, Emery sebagai pelatih juga ingin tetap menjunjung hak prerogratifnya sebagai orang yang berkuasa menentukan pemain di line up. Tapi, mengingat status Oezil adalah superstar di klub dan Arsenal juga butuh kemenangan minimal dengan margin dua gol, tidak ada salahnya bila dia berdamai dengan Oezil untuk laga nanti. Minimal jadi pemain pengganti kalau tidak berstatus starter.

Apalagi, daya ledak lini serang Arsenal untuk laga nanti juga tereduksi karena kartu merah Alexandre Lacazette di leg pertama (15/2/2019). ”Kunci ada di tangannya (Oezil, Red). Dia berlatih sangat baik pekan ini dan saya sempat berbicara kepadanya agar konsisten dalam berlatih sehingga bisa tampil dengan kemampuan terbaik dalam pertandingan,” ucap Emery kepada Football London.

Bahkan, menurut legenda Arsenal Lee Dixon, Gooners bisa berbalik “melawan” Emery untuk Oezil. Sebab, klub butuh kemenangan dengan gelandang kreatif. Mengingat sudah tidak ada lagi Alexis Sanchez yang musim lalu ke Manchester United plus Ramsey yang akhir musim ini hengkang ke Juve dan Emery juga bakal menjadikannya opsi terakhir bila tidak ada lagi gelandang dalam kondisi bugar.

“Saya rasa dia (Emery, Red) menangani situasi Ozil dengan cukup baik. Tapi, sekarang para suporter sudah mulai gelisah mengatakan karena dia belum menemukan solusi untuk tim. Suporter hanya ingin melihat pemain dan permainan yang berkualitas,” ucap bek Arsenal pada 1988-2002 itu seperti dilansir The Sun. (koc/ant)

Komentar telah ditutup.