Megapolitan

Tak Ingin Ada Banjir Lagi

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Tak Ingin Ada Banjir Lagi - Megapolitan

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - Banjir dan genangan air di Jakarta masih belum hilang. Setidaknya bisa dilihat pada akhir pekan lalu. Di beberapa titik terjadi banjir dan genangan air.

"Ya yang pasti kita sebagai warga Jakarta kan tidak ingin ada banjir atau genangan lagi di Jakarta. Pasti sama harapan warga Jakarta yang lain. Kita tak ingin ada banjir dan genangan. Kasihan kan kalau terkena banjir mulu atau tergenang," ujar seorang warga, Daru, 37, Rabu (20/2/2019).

Menurut karyawan swasta itu, di Jalan Raya Boulevard, Kelapa Gading, Jakarta Utara, misalnya kalau hujan deras, jalanannya kerap tergenang. Di depan kantornya itu pasti banjir dan banyak juga motor yang mogok. "Mungkin karena maksain jalan nembus nerabas genangan ya," katanya.

Daru menambahkan, banjir dan genangan sering kali membuat dampak kerugian warga masyarakat, seperti mesin motor atau mobil dapat rusak karena terendam. Jalanan jadi rusak, timbul penyakit."Ya bisa flu, demam, gatal-gatal juga kan itu. Kalau rumah kemasukan air kan juga penyakit. Belum kendaraan kalau mogok," jelasnya.

Seperti banjir akhir pekan lalu dirasakan warga di Kompleks Polri Pondok Karya, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan. "Jadi kalau hujan deras sejam saja, warga sudah bersiap memindahkan kendaraan ke jalan raya. Pasti naik air dan banjir, di Pondok Jaya dipasang pompa dan buangnya di kali aliran Komplek Polri, kemari," kata Nuril, 33, pemilik Warung Tegal di Komplek Polri.

Dia melanjutkan, harusnya dipasang pompa lagi di bagian depan Kompleks Polri. "Minggu kemarin saja sampai sepaha orang dewasa airnya," katanya sambil menurunkan kandang burung love birdnya dari depan warungnya.

Tapi, kata Nuril kembali, air cepat surut. Yang dia ingat, dulu kali sudah dikeruk zaman Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Dan sekarang belum ada lagi pengerukan. Dengar-dengar mau dilebarkan kali. Sepertinya siapa gubernur DKI-nya tetap saja masih banjir juga di sini," akunya yang berharap Kompleks Polri Pondok Karya terkena banjir lagi.

Meski sudah ada penyaringan sampah oleh petugas terkait, banjir tetap menghinggapi kawasan tersebut. Terlebih dekat taman Kompleks Polri. "Itu di dalam dekat taman dalam juga airnya bisa sepinggang lebih. Harapan warga Komplek Polri yang pasti tidak ingin banjir lagi," katanya.

Di kawasan itu memang sudah sering banjir. Sudah tidak kehitung. Dulu pada 1997 mencapai langit-langit warteg-nya. "Kalau di sana air cepat surut," kata Kasudin Tata Air Jakarta Selatan Holi Susanto.

Lantaran sering terjadi genangan, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Selatan membangun turap di PHB Kali Pulo, Jalan Annur RT 14/ RW 06, Jati Padang, Pasar Minggu. Pembuatan dilakukan akibat sering terjadi genangan di kawasan tersebut saat debit air mulai naik.

Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Selatan Holi Susanto mengatakan, sebelum dilakukan pembangunan turap permanen, Sudin SDA Jakarta Selatan telah berkoordinasi dan meminta warga pemilik tanah untuk memundurkan tanahnya satu meter.

"Pemunduran ini untuk pelebaran Kali Pulo dan pembuatan turap permanen. Warga yang memiliki tanah nya setuju, sudah ada surat perjanjian juga, dan sekarang mulai dikerjakan," tuturnya, Rabu (20/2/2019).

Holi menerangkan, pengerjaan turap tersebut sudah dilakukan sejak tiga Februari 2019 lalu dan target rampung akhir Februari 2019. "Sebelum dibuat turap permanen, Satgas SDA Pasar Minggu telah membuat tanggul sementara dari cerucuk dolken," terangnya.

Kasatpel SDA Pasar Minggu Chairul Anwar menambahkan, sebanyak enam Satgas SDA Pasar Minggu dikerahkan. Mekanisme pengerjaan menggunakan pondasi dalam Trousspile lalu diikat dengan pile cap, setelah itu, batu kali kolom (vertikal) ditutup sloop (horizontal).

"Panjang turap mencapai 24 meter dengan tinggi 2,90 meter. Saat pengecoran dilakukan oleh 10 Satgas SDA Pasar Minggu, dan saat ini dikerjakan oleh enam petugas," terangnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikonfirmasi terkait banjir, kemarin mengatakan, normalisasi sudah dilakukan. (ibl)

 

TAGS

Berita Terkait

Banten Raya / Banyak Turap Rusak, Banjir Jadi Ancaman Serius

Megapolitan / Banjir Menyapa saat Sahur Perdana


Baca Juga !.