Ekonomi

Solusi Pangan melalui Sustainable Farming 

Redaktur: Jakfar Shodik
Solusi Pangan melalui Sustainable Farming  - Ekonomi

BERKELANJUTAN - Usulkan penanaman jagung dilakukan secara berkelanjutan. Foto: Deri/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Agri Watch mengusulkan penanaman jagung dilakukan secara berkelanjutan (Sustainable farming) dalam tempo singkat. Sustainable farming bisa dilakukan untuk jagung. 

”Bisa dilakukan sesuai iklim masing-masing daerah. Skema itu bisa mencegah tanam dan panen serentak,” tutur Presidium Agri Watch Dean Novel di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Dengan penanaman serentak, saat panen produksi berlimpah. Pada Maret sampai April, merupakan puncak panen. ”Karena 60 persen Indonesia lahan kering yang cuma bisa tanam saat musim hujan. Petani akan panen Maret-April secara bersamaan. Namanya panen raya,” imbuhnya.

Dean mengatakan, selama ini produksi jagung petani Indonesia mengenal 3 musim tanam. ”Itu membuat gap produksi dengan kebutuhan pasar. Pasar butuh jagung secara kontinu tiap bulan, bahkan peternak butuh tiap hari. Bottle neck-nya di sini. Karena itu, kami menyarankan sustainable farming,” pungkasnya. (dai) 

Berita Terkait

Megapolitan / Ibu Kota Ketergantungan Pangan dengan Daerah

Megapolitan / Duh, Marak Pangan Olahan Tak Kantongi Izin

Kesra / Data Dinilai Bias, Disarankan Pemutakhiran

Nasional / Petani di Ujung Senja, Roadmap Pangan Capres Tak Jelas

Nasional / Kementan Geber Peningkatan Pangan Lokal


Baca Juga !.