Lifestyle

Rutin Sarapan Pagi, Anak Semakin Pintar

Redaktur: Jakfar Shodik
Rutin Sarapan Pagi, Anak Semakin Pintar - Lifestyle

SARAPAN - I Gusti Lanang Sidiartha, di Jakarta, Kamis (21/2/2019). Foto: Syamsiah/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Tradisi sarapan pagi dengan nutrisi sangat positif. Terutama untuk anak-anak pada kisaran usia 6-12 tahun. Kondisi tersebut sangat menentukan tingkat akademik anak.

Tidak disangkal, anak-anak lazim sarapan bernutrisi memiliki nilai akademik empat kali lebih tinggi dibanding anak yang tidak mentradisikan sarapan. ”Apakah anda mau anaknya cerdas? Kalau mau, wajib memberi sarapan bernutrisi,” tutur Lanang Sidiartha, di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Jurnal berjudul Kebiasaan Sarapan Pagi dan Performa Akademis pada Anak yang diteliti I Gusti Lanang melibatkan 178 anak berusia 6-12 tahun, di salah satu desa di Gianyar, Bali mengungkap sekitar 51,7 persen anak memiliki kebiasaan sarapan. Anak-anak dengan kebiasaan sarapan juga memiliki nilai rapor dengan rata-rata di atas 7,1. ”Kami ambil nilai semester paling terakhir, lalu kami lihat nilainya dan seluruhnya dirata-ratakan nilainya dan dibandingkan,” tukas Lanang.

Menurut Lanang, sarapan anak-anak itu tergolong bernutrisi. Untuk karbohidrat, biasanya mengonsumsi nasi, namun ada pula yang menyantap mie. Sementara, lauk pauk kebanyakan mengonsumsi sayur, telur, dan ikan. Setidaknya, sarapan mampu memenuhi empat dari tujuh komponen gizi. 

Tujuh komponen gizi itu meliputi biji-bijian utuh, legume, kacang-kacangan, produk susu, daging, telur, sayur, buah kaya vitamin A, sayur, dan buah lainnya. ”Paling tidak dari tujuh ada empat komponen yang dipenuhi, tapi hewani tetap harus ada. Kalau bisa lebih dari empat bagus,” kata Lanang. (yah)

 

Berita Terkait

Lifestyle / Nutrisi Makanan versus Suplemen

Lifestyle / Wajib, Nutrisi Sejak di Kandungan

Lifestyle / Selain Nutrisi, Anak Juga Perlu Punya Keahlian

Kesehatan / Pentingnya Sarapan Bagi Anak Sekolah


Baca Juga !.