Utilitas Janji Rampung Akhir 2019

INDOPOS.CO.ID – Persoalan utilitas masih menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah penanganan utilitas di wilayah Jakarta dilakukan silih berganti dan tak kunjung selesai. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, penanganan utilitas dilakukan sesuai dengan Intruksi Gubernur (Ingub) Nomor 126 Tahun 2018.

“Penataan utilitas masih dalam progress. Dan pelaksanaannya tersebar di 5 wilayah,” ujar Hari Nugroho kepada INDOPOS, Rabu (20/2/2019).

Salah satu titik yang masih dalam progress berada di Jakarta Selatan seperti di Jalan Warung Jati Barat, Jalan Kemang Raya, Jalan Bangka Raya, Jalan Wijaya Kusuma Raya, dan Jalan Abdul Syafei.

Kemudian di Jakarta Utara seperti di Jalan Danau Sunter Utara, Jalan Sunter Selatan dan Jakarta Barat di Jalan Lodan. “Dalam Ingub direncanakan sampai dengan Desember 2019. Skala prioritas yang ditata kebanyakan di sinergikan dengan rencana penataan pedestrian atau trotoar yang ada di wilayah Jakarta,” terangnya

Sehingga, menurut Hari, pada saat penataan trotoar, jaringan utilitas sudah rapi. Dan tidak ada lagi bongkar pasang utilitas lagi. Ia menambahkan, untuk menertibkan pemohon dalam hal ini perusahaan pemilik jaringan untuk menambah jaringan. Maka pihaknya menyediakan mainhole dan ductingnya.“Kita akan atur SOP dan mekanismenya,” ucapnya.

Ia mengaku, sejumlah kendala yang ditemukan di lapangan muncul disebabkan karena adanya usaha memindahkan jaringan yang semula di udara ke dalam tanah. Tentu, setiap masalah yang muncul di lapangan berbeda-beda.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan melakukan pengecekan. Apalagi, pelaksanaan penanganan utilitas sudah diatur dalam ingub. “Nanti akan kita cek,” ucapnya.

Sementara itu, Anies Baswedan menginginkan pembangunan trotoar di kawasan Kemang menjadi kawasan ramah untuk pejalan kaki. Pasalnya, kawasan tersebut menjadi kawasan kemacetan, padahal setiap Sabtu dan Minggu kawasan Kemang menjadi pusat kuliner dan pusat wisata di Jakarta.“Kita sudah bikin planning dan gambarnya sudah ada,” ujar Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Menurut Anies, nanti ada pelabaran trotoar di Kemang. Trotoar tersebut mirip dengan trotoar di wilayah Sudirman. Trotoar lebih luas dengan trase pejalan kaki. “Kita ingin ada penataan yang bagi di sana, agar menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi warga Jakarta,” katanya.

Anies menyebutkan, pihaknya telah melakukan musyawarah bersama dengan warga di Kemang. Ia berjanji akan segera membeberkan hasil musyawarah tersebut. “Trotoar itu nanti bagus, bukan hanya artistik tapi karena membangun ekosistem kampung,” ungkapnya.

Dikatakan Anies, pada ekosistem kampung tersebut semua masyarakat memiliki kesempatan untuk berinteraksi bebas dengan masyarakat lainnya. “Daerah wisata juga hidup, daerah perekonomian bergerak,” katanya. Ia yakin, rancanagan penataan trotoar Kemang menarik. Ia akan membahasnya bersama bagian tata ruang dan perencanaan. (nas)

Komentar telah ditutup.