Headline

Aliran Modal Asing Perkuat Otot Rupiah

Redaktur: Jakfar Shodik
Aliran Modal Asing Perkuat Otot Rupiah - Headline

PERKASA - Rupiah mendapat suntikan positif aliran masuk modal casing. foto antara

INDOPOS.CO.ID - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (22/2/2019) sore ditransaksikan di kisaran Rp 14.058 per dolar Amerika Serikat (USD). Posisi itu surplus 0,09 persen dibanding penutupan pada Kamis (21/2/2019) parkir di posisi Rp 14.072 per USD.

Berdasar kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) menempatkan rupiah di posisi Rp 14.079 per USD atau terkoreksi dibanding kemarin di level Rp 14.057 per USD.

Sebagian mata uang Asia menguat terhadap USD. Peso Filipina menanjak 0,08 persen. Kemudian, yuan China, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura terkerek 0,04 persen. Sementara yen Jepang terpeleset 0,08 persen, dolar Hong Kong terkapar 0,02 persen, dan baht Thailand 0,36 persen.

Sementara itu, won Korea Selatan terlihat tidak bergerak. Mata uang negara maju seperti euro terlihat terkoreksi 0,08 persen, dolar Australia menguat 0,31 persen. Dan pounsterling Inggris minus 0,1 persen USD.

Sekadar diketahui, BI mencatat aliran dana masuk (inflow) ke Indonesia mencapai Rp 45,9 triliun secara tahun kalender 2019 (year-to-date), atau lebih tinggi dibanding inflow netto sepanjang 2018 di angka Rp 13 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan sepanjang tahun ini rupiah akan stabil. Itu didorong faktor domestik dan global. Meski tidak dipungkiri, saat ini kurs rupiah masih di bawah nilai fundamental atau undervalue. ”Nilai tukar rupiah ke depan akan bergerak stabil,” tukas Perry.

Ada empat faktor pendorong penguatan rupiah tahun ini. Pertama, aliran modal asing masuk Indonesia begitu deras akan menambah suplai valas. Kedua, fundamental ekonomi Indonesia juga dinilai baik oleh investor. Ketiga, kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate (FFR) diproyeksi hanya sekali tahun ini mendorong aliran dana asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selanjutnya, faktor mekanisme pasar semakin baik turut menambah stabilitas rupiah. ”Jadi, berdasar sejumlah faktor itu, stabilitas rupiah akan terjaga,” tegasnya. (raf)

Berita Terkait

Ekonomi / Rupiah Bergerak Turun 19 Poin

Headline / Rupiah Menguat Pasca Pemilu

Headline / IHSG Dibuka Menguat, Diikuti Pergerakan Rupiah

Headline / Rupiah Naik Jelang Pencoblosan 


Baca Juga !.