Headline

Gabung ISIS, Shamima Begum Ingin Pulang ke Inggris

Redaktur: Jakfar Shodik
Gabung ISIS, Shamima Begum Ingin Pulang ke Inggris - Headline

NYESAL - Shamima ingin pulang kampung ke Ingrris.

INDOPOS.CO.ID - Seorang remaja Inggris melarikan diri ke Suriah untuk bergabung ISIS. Empat tahun kemudian, ia meminta kembali ke Inggris bersama puteranya yang baru lahir. 

Shamima Begum, lahir tahun 1999 dari orang tua berkewarganegaraan Bangladesh tinggal di Tower Hamlets, London Timur. Ibunya bernama Shanaz Begum meninggal pada usia 33 tahun akibat kanker hati pada 2014. Shamima kemudian tinggal bersama pamannya bergabung dengan ISIS pada 2015 saat berusia 15 tahun. 

Bersama dua temannya, ia keluar dari Bandara Gatwick dan melakukan perjalanan ke Suriah. Kemudian bergabung bersama perempuan muda lainnya yang sama-sama berasal dari Bethnal Green Academy dan telah bergabung dengan ISIS beberapa bulan sebelumnya. 

Shamima menikah dengan Yago Riedijk dari Arnham, Belanda, dan telah bergabung dengan ISIS sejak 2014. Keduanya menikah pada 2015, beberapa bulan setelah Shamima bergabung dengan ISIS. Mereka memiliki 2 anak namun meninggal karena kekurangan gizi. 

Empat tahun berselang, medio Februari meminta kembali ke Inggris saat hamil 9 bulan. Beberapa hari kemudian, Shamima melahirkan anak ketiga di kamp pengungsi Suriah di al-Hawl terdiri dari 39 ribu orang. 

Hukum internasional menetapkan sebuah negara tidak dapat mencabut kewarganegaraan seseorang apabila orang itu akan berakhir tanpa kewarganegaraan. Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid, mengatakan Shamima memiliki dua kewarganegaraan yaitu Inggris dan Bangladesh. Ia percaya karena ibu Begum lahir di Bangladesh, maka puterinya berhak atas kewarganegaraan ganda. Sehingga meski kewarganegaraannya dicabut, ia tetap merupakan warga Bangladesh. 

Namun, Menteri Luar Negeri Bangladesh, Shahrial Alam, mengatakan Shamima bukan warga negara Bangladesh dan ia tidak diizinkan masuk. Javid juga mengatakan Shamima tidak dapat kembali memiliki kewarganegaraan Inggris karena alasan keamanan nasional. ”Katakanlah mereka di Inggris dan meradikalisasi orang lain dan merekrut orang lain. Mereka melakukan serangan teroris atau menghasut orang lain untuk melakukan itu,” kata Javid. 

”Bagaimana dengan bahaya dan risiko terhadap negara itu? Bagaimana dengan dampak pada kohesi komunitas jika orang kembali ke negara itu dan kehadiran mereka di sini mencoba merasialisasi orang lain? Saya harus mempertimbangkannya juga,” lanjutnya. 

Dia juga mengakui mungkin sulit untuk menuntut anggota ISIS kembali karena kesulitan mengumpulkan bukti dari zona perang. Shamima mengaku kaget dengan keputusan pemerintah yang menolaknya dan berkata awalnya ia ingin mencari kewarganegaraan Belanda, tempat suaminya berasal. Namun, tampaknya pemerintah Belanda juga menutup pintu akan kemungkinan kewarganegaraan Begum. Mereka mengatakan pada The Sun Online ia tidak memiliki izin yang diperlukan untuk tinggal di sana.

Atas keputusan pemerintah Begum mengaku kecewa. ”Ini tidak adil bagi saya dan putera saya. Sangat mengecewakan dan membuat frustasi,” ucapnya pada Dailymail. ”Saya mendengar bahwa orang lain dikirim kembali ke Inggris sehingga saya tidak tahu mengapa kasus saya berbeda dengan orang lain. Atau apakah karena saya ada di berita empat tahun yang lalu?” lanjut Begum.

Pada ITV News Begum mengatakan bahwa ia tidak melihat mengapa Menteri Dalam Negeri melihatnya sebagai ancaman. ”Saya seorang perempuan berusia 19 tahun dengan bayi yang baru lahir. Saya tidak punya senjata. Saya tidak ingin menyakiti siapapun meskipun saya memiliki senjata apapun,” katanya. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Kesra / Kemensos Tidak Tangani Simpatisan Terorisme dan ISIS

Nasional / Polisi Sebut Bekuk Simpatisan ISIS

Internasional / Irak Bergejolak, Tiga Polisi Tewas

Internasional / Shamima Begum Hadapi Hukuman Mati

Headline / Ratusan Ribu Warga Tewas dalam Serangan Militer di Suriah

Internasional / ISIS Tewaskan 69 Tentara Nigeria dalam Sepekan


Baca Juga !.