Megapolitan

Inilah Manfaat Besar Jaminan Kecelakaan Kerja

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Inilah Manfaat Besar Jaminan Kecelakaan Kerja - Megapolitan

JENGUK-Petugas BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading menjenguk peserta kecelakaan kerja yang dirawat di RS. FOTO:BPJSTK

INDOPOS.CO.ID - Seorang pekerja informal Sukaesih, merasakan betul manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Badan Penyelenggara jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Dia kecelakaan pada saat hendak pulang kerja. Tetapi dia tidak keluar uang sepeserpun ketika harus dirawat di rumah sakit (RS).

Musibah yang dialami Sukaesih berawal ketika dia pulang kerja sekitar pukul 21.00. Dirinya mengendarai motor kehilangan kendali setelah menghantam batu. Motornya oleng dan dia jatuh terguling-guling. Beruntung saudara Sukaesih yang mengetahuinya lekas membantu dan membawanya ke rumah sakit.

“Awalnya saya sempat menolak untuk dibawa ke rumah sakit karena takut nanti biayanya mahal, tapi saya ingat dulu sewaktu saya berhenti kerja di salah satu perusahaan swasta di daerah KBN, HRD saya sempat bilang, kartu BPJS Ketenagakerjaan dipakai semisal terjadi kecelakaan cukup pakai kartu ini saja di rumah sakit. Akhirnya saya coba untuk berobat di Rumah Sakit Umum & Pekerja Jakarta Utara,” tutur Sukaesih.

Dia bersyukur ternyata benar seluruh biaya pengobatan RS gratis untuknya. Karena seluruh biaya tersebut ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. ”Manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini cukup besar. Saya cukup membayar Rp 16.800/bulan,” ungkapnya.  

Sementara itu Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading Pepen S. Almas menggambarkan iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan dibandingkan manfaatnya ibarat bumi dan langit. Peserta yang kecelakaan kerja, apapun level profesinya, akan dijamin pemulihan dengan program JKK tanpa batasan biaya dan tanpa batasan waktu.

”Manfaat program JKK ini unlimited, sampai dokter menyatakan peserta sembuh dan sampai kembali bekerja peserta dirawat inap atau rawat jalan tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Sebaliknya, peserta yang dirawat berbulan-bulan, kami lah yang mengganti penghasilan bulanannya sesuai level upah yang terdaftar,” ungkap Pepen.

Dikatakan, peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah tanggungan negara apabila mengalami risiko kerja. ”Sudah kewajiban kami untuk melindungi seluruh pekerja baik yang formal maupun informal. Dalam hal ini, Ibu Sukaesih merupakan pekerja informal/Bukan Penerima Upah (BPU) yang mengalami musibah kecelakaan kerja sehingga mengakibatkan dirawat di rumah sakit dan BPJS Ketenagakerjaan menanggung seluruh biaya pengobatan yang bersangkutan. Ini merupakan bukti konkrit manfaat program JKK BPJS Ketenagakerjaan,” cetusnya.

Kecelakaan kerja yang ditanggung BPJS Ketenagakerjaan tak hanya kecelakaan yang terjadi saat bekerja. Namun, kecelakaan saat menuju tempat kerja atau pulang dari tempat kerja ke rumah juga termasuk kecelakaan kerja yang dijamin BPJS ketenagakerjaan.(dni) 

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.