Politik

Usulan KPU Tambah Surat Suara Potensi Bermasalah

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Usulan KPU Tambah Surat Suara Potensi Bermasalah - Politik

ANALIS- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja dalam diskusi publik bertajuk "Menjaga Suara Rakyat" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019). Foto: Zulhaidah Bahar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengusulkan tambahan surat suara terkait banyaknya pemilih yang pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) berpotensi menjadi persoalan.

Demikian disampaikan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja dalam diskusi publik bertajuk "Menjaga Suara Rakyat" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

"Usulan KPU mau ada surat suara tambahan. Nah itu permasalahan," ujar Rahmat. KPU mencatat sebanyak 275.923 pemilih pindah TPS pada Pemilu 17 April nanti, angka itu masih mungkin bertambah. Pemilih ini disebut daftar pemilih tetap tambahan (DPTb).

Menurut undang-undang, bahwa surat suara tiap TPS itu dilebihkan dua persen. Jika KPU sampai mencetak lebih dari yang dibutuhkan akan menjadi permasalahan. "Untuk itu, kami mengusulkan harus jelas dulu daerah mana saja yang akan pindah memilih," kata Rahmat.

Belum lagi, lanjut Rahmat, data calon pemilih sudah menginjak usia 17 tahun pada hari H pencoblosan, juga perlu diperhatikan. "Misalnya, pada bulan April usianya pas 17 tahun, jadi pada hari H boleh memilih enggak? Ini persoalan," tutup Rahmat. (zbs)

 

Berita Terkait

Nasional / Gedung Bawaslu Masih Ditutup

Headline / New Hope untuk Presiden Baru

Nasional / Harus Bisa Jahit Merah Putih

Megapolitan / Wakil Ketua DPRD DKI Salat Bersama Pendemo

Politik / Bawaslu akan Tindaklanjuti Empat Laporan Pelanggaran


Baca Juga !.