Headline

Karya Adalah Doa untuk Nusantara, Jadi Buku yang Diminati Milenial

Redaktur: Ali Rahman
Karya Adalah Doa untuk Nusantara, Jadi Buku yang Diminati Milenial - Headline

Penulis Hari Prasetiyo (kedua kiri) saat menghadiri launching buku berjudul karya adalah doa untuk nusantara di kawasan Pondol Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2019). Foto: Dhika Alam Noor/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Terbitnya buku berjudul karya adalah doa untuk nusantara dianggap menjadi kampanye kreatif dan progresif calon presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil penulis Hari Prasetiyo dan Yoga Adhitrisna mengajak masyarakat berkreatif menuangkan harapan tentang masa depan Indonesia dalam bentuk karya.

Hari Prasetiyo mengatakan, buku ini menghadirkan 12 bab antara lain, pemimpin kita, bijak dari sananya, menembus batas, maju bersama, pahlawan bangsa, penuh kreasi, dan meraih masa depan. Sebelum ide kreatifnya dituangkan dalam buku, dirinya telah memuat 300 karya berupa ilustrasi, desain, video, stiker.

"Kita kan anak komunikasi, Biasanya kerjainnya, kalau ga bisa sampe tiga empat seri kayanya bukan kampanye. Ini visual yang kita bikin kampanye, dijalani jadi kaus atau ngga pun kita jalan terus," ujar Hari Prasetiyo di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2019).

"Kami pikirin lebih jauh dari sekadar desain kaus. Kita harus berkampanya, kita dukung kandidat ini. Karena kandidat ini sepertinya perlu didukung," kata relawan Jokowi itu.

Penulis sekaligus pegiat literasi Maman Suherman mengaku selalu percaya bahwa buku bisa memberikan sumbangan yang banyak dari segi jumlah pembaca. Jadi dampak paling kongret buku mampu mencuri perhatian anak muda.

"Buku ini menarik generasi milenial. Cara baca buku singkat pendek pendek sesui karakter. Nah dijawab oleh mereka dengan bahas hal besar dengan kalimat yang pendek kemudian anak kita adalah anak yang instagramable itu kan paduan kalimat dengan gambar," jelas Maman.

Menurutnya hadirnya buku ini menujukan demokrasi itu menyenangkan sebagai pesta. Harusnya dihadapi dengan suasana santai dan bisa menimbulkan kreatifitas. "Ketika saya diminta bedah buku ini dan diminta moderator langsung saya terima karena bisa jadi pembelajaran karena demokrasi itu asyik," tukasnya Maman.

Buku ini berkuruan 15 × 25 centimeter dengan tebal 240 halaman. Dibandrol seharga Rp149 ribu. Terbit pada 18 Februari 2019. (dan)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Kampanye Kreatif Melalui Buku


Baca Juga !.