Pengoperasian LRT Jakarta Molor

INDOPOS.CO.ID – Pengoperasian komersil light rail transit (LRT) Jakarta fase 1 rute Kepala Gading-Velodrome sepertinya molor dari target. Sebelumnya, Direktur Proyek LRT Jakarta PT Jakarta Propertindo Iwan Takwin mengatakan, pekerjaan konstruksi LRT fase 1 Kelapa Gading-Velodrome hingga saat ini berjalan sesuai skedul.”Kami targetkan 25 atau 28 ini, pokoknya akhir Februari, kami berusaha untuk itu. Sampai saat ini sih on progress,” ujar Iwan saat dihubungi, Selasa (12/2/2019).

Hanya, hingga kemarin, tanda-tanda untuk beroperasi hari ini, belum terlihat. Kabarnya, pengerjaan depo dan signal yang belum rampung. Juga menunggu keluar sertifikat. “Depo itu jantung, itu penting, harus selesai. Signal juga penting, kalau tidak selesai bagaimana bisa beroperasi,” ujar pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan kepada INDOPOS, Minggu (24/2/2019).

Baca Juga :

Proyek LRT Jabodetabek Gas Pol

Selain sebagai alat pengendali, signal menurut Azas, sangat vital untuk mengatur pergerakan (mobilitas) kereta. Apabila tidak sesuai, maka dampaknya sangat fatal, yakni terjadinya tabrakan kereta. “Kalau soal sertifikasi itu harus juga dikantongi. Kan untuk uji tipe, uji kelayakan, jangan nanti asal jalan aja,” tegasnya.

Dihubungi, Sekretaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarmo menegaskan, progress pembangunan infrastruktur light rail transit (LRT) Jakarta sudah 99 persen. Sementara enam belas kereta (train set) LRT Jakarta telah lulus pengujian dan mendapatkan sertifikat uji pertama dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Untuk infrastruktur progressnya sudah 99 persen,” ungkapnya.

Namun, ketika dikonfirmasi terkait pembangunan depo LRT Jakarta, Hani enggan berkomentar lebih jauh. Dihubungi INDOPOS melalui telepon selular, Manajer Humas PT LRT Jakarta Melisa Suciati tidak mengangkat. Demikianjuga saat dikonfirmasi via WA juga tidak dibalas.

Terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, LRT fase 1 rute Kepala Gading-Velodrome akan beroperasi pada Maret mendatang. Jadwal ini mundur karena, saat ini tengah menyelesaikan pembangunan depo dan kontruksi untuk signal.“Akhir Maret baru dioperasikan, jadi kita tunggu karena tidak ada kendala lain,” ujarnya.

Baca Juga :

Progress Proyek LRT Jabodebek

Budi menyebutkan, hingga 21 Februari lalu, progress pembangunan LRT Jakarta secara keseluruhan mencapai 99,4 persen. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kontraktor PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berkaitan dengan penyelesaian konstruksi dan rencana sertifikasi.“Kira-kira pertengahan Maret selesai, dan sertifikasi untuk memastikan keamanan dan keselamatan operasional LRT baru 1-2 minggu kemudian selesai,” katanya. (nas)

Komentar telah ditutup.