Megapolitan

Anies Jamin Air Bersih

Redaktur:
Anies Jamin Air Bersih - Megapolitan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) berjabat tangan dengan relawan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) saat pelepasan relawan MER-C di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/2). Para relawan MER-C sebanyak 32 orang akan berangkat untuk melakukan pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Foto: DHEMAS REVIYANTO/ANTARA

INDOPOS.CO.ID - GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menjamin pasokan air bersih untuk warganya bisa terpenuhi dengan pengambilalihan pengelolaan air bersih dari swasta. Pengadaan air bersih menjadi prioritas utama Pemprov DKI saat ini.

Bagi Anies, memastikan pasokan air minum untuk seluruh warga harus menjadi prioritas utama. “Ini sebuah berkah tersendiri,” kata Anies. Data yang dihimpun dari PD PAM Jaya, saat ini 40 persen warga DKI tidak kebagian air bersih. Wilayah yang krisis air bersih di antaranya Jakarta Barat di Kamal, Tegal Alur dan Pegadungan, serta Jakarta Utara di Kamal Muara, Muara Angke, dan Muara Baru.

Ini adalah pekerjaan rumah (PR) tersendiri karena 40 persen lebih warga belum terjangkau air bersih. Karena itulah mengapa DKI harus pastikan dua hal. Pertama, pasokan kepada 60 persen warga itu kuantitasnya tidak menurun dan kualitasnya meningkat. Kedua, kualitas air baku dari Citarum dan Tarum Barat menjadi kunci kualitas air Jakarta. Diambilnya pengelolaan dan pelayanan air bersih dari swasta juga dianggap bentuk nyata janji Anies saat kampanye pilkada, yaitu ”Maju Kotanya, Bahagia Warganya”.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil mendukung langkah Anies Baswedan mengambilalih hak pengelolaan air bersih di Jakarta yang selama 20 puluh tahun dikelola swasta, PT Aetra dan PT Palyja.
BPK siap membantu gubernur apapun yang perlu konteks itu sehingga proses pengalihan itu menjadi kredibel dan akuntabel. Pernyataan disampaikan Rizal dalam seminar ”Membedah Citarum dari Hulu Sampai ke DKI Jakarta” di Auditorium BPK RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Anggota DPD DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan keputusan Anies ini kabar bahagia bagi warga Jakarta di tengah hiruk pikuk Pemilu 2019. Fahira kembali mencalonkan diri sebagai caleg DPD RI DKI Jakarta pada Pemilu 2019.

Akhirnya, patut disyukuri bahwa setelah dua dekade, negara dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta, mengambil keputusan yang tepat dan berani untuk mengembalikan kedaulatan warga atas air bersih serta menjalankan amanat konstitusi memenuhi kebutuhan warga atas air bersih.

Pertama karena dilakukan saat ini atau tidak menunggu kontrak selesai pada 2023. Kedua, karena keputusan ini diambil saat permohonan PK Menkeu dikabulkan oleh MA yang artinya air bersih di Jakarta masih milik swasta.(ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / DKI Sudah Kembangkan Ekosistem Wakaf

Megapolitan / Kasus Saldo Rp Nol BPNT hanya Kasusistik

Headline / Pemprov DKI Berlakukan SKTM, Dinilai Kemunduran 

Megapolitan / Hari Ini, Anies Lantik Pejabat

Megapolitan / Anak-Anak dan Manula Rusun Karet Tengsin Dapat Kacamata Gratis

Megapolitan / Pipa Bocor, 70 Ribu Warga Alami Krisis Air


Baca Juga !.