Ekonomi

Runding Dagang AS-China Alot, Rupiah Terkulai

Redaktur: Jakfar Shodik
Runding Dagang AS-China Alot, Rupiah Terkulai - Ekonomi

Ilustrasi. Foto antara

INDOPOS.CO.ID - Nilai tukar rupiah ditransaksikan antarbank Jakarta Kamis sore melorot 39 poin menjadi Rp 14.069 per dolar Amerika Serikat (USD) dari sebelumnya Rp 14.030 per USD. Itu dipicu negosiasi dagang antara dua kekuatan ekonomi besar dunia Amerika Serikat dan China berjalan alot.

"Hari ini rupiah minus akibat sentimen negatif perang dagang," kata analis  Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Negosiator perdagangan utama AS Robert Lighthizer pada Rabu (27/2/2019) malam lalu memotar balik harapan untuk kesepakatan perdagangan besar-besaran dengan China. Ia mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi hasil dari negosiasi antara AS dan China.

Ia menyatakan perlu ada perubahan struktural signifikan dari pemerintah China terutama terkait pemaksaan transfer teknologi terhadap perusahaan asal AS yang menjalankan bisnisdi China. Selain itu, ada permasalah manipulasi kurs untuk mendongkrak kinerja ekspor.

"Negosiasi menurut dia bakal berlangsung alot karena kalau China cuma janji bakal impor barang dari Amerika saja masih dipandang belum cukup. Dan seperti biasa, perang dagang selalu jadi ketakutan buat negara emerging market. Ini yang buat hari ini rupiahnya melemah," ujarnya.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, selain sentimen perang dagang, pelemahan rupiah juga didorong perlambatan ekonomi China yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

"Akibat sentimen perang dagang, data ekonomi China terus mengalami pelemahan. Diantaranya, turunnya PMI manufaktur bulan ini dibanding Januari dan melambatnya aktivitas non manufaktur," ujar Ibrahim. (ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.