Nasional

Banyak Pariwisata Indonesia Kelas Dunia yang Perlu Dikembangkan

Redaktur: Ali Rahman
Banyak Pariwisata Indonesia Kelas Dunia yang Perlu Dikembangkan - Nasional

Raja Ampat, Pariwisata Indonesia Kelas Dunia

INDOPOS.CO.ID - Politisi Partai NasDem, Pudji Hartanto menyebukan, pariwisata di Indonesia sebenarnya sudah banyak yang kelas dunia, misalnya Borobudur hingga nan jauh di Sorong yakni Raja Ampat. Bahkan, masih banyak lagi objek wisata lainnya yang juga berkelas dunia.

"Saya berharap pariwisata sebagai modal utama investasi dunia yang perlu dijadikan dalam hal pemasukan anggaran devisa untuk negara, saya pikir sudah ada contoh misalnya Bali. Tapi kan tidak hanya Bali saja, saya rasa masih banyak yang lain bisa dikembangkan," Pudji Hartanto kepada INDOPOS di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Namun, mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini mengatakan, pemerintah harus total menjadikan pariwisata Indonesia sebagai komoditi yang luar biasa selain Bali. Karena, ada juga beberapa daerah lain yang menyimpan banyak potensi wisata yang nilainya luar biasa.

“Tempat objek wisata itu sendiri juga kurang jadi acuan dan magnet, misalnya masalah kecil seperti kebersihan dan manajemen,” ujar caleg Partai NasDem Dapil Jawa Barat IV (Kabupaten dan Kota Sukabumi) ini.

Pudji menilai, manajemen sangat penting bagaimana melayani masyarakat yang akan berwisata. Karena, untuk pelayanan itu masih sangat rendah di bidang SDM. Namun, untuk hal lain seperti infrastruktur sudah bagus.

Sementara, Wakil Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia, Rudiana mengatakan, kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam menggenjot jumlah wisatawan, khususnya mancanegara memang terjadi peningkatan dan patut diapresiasi.

“Ada tren naik, namun kalau dari sisi destinasi, kita lihat Bali masih utama, ada target yang belum tercapai, lalu juga ada bencana, yang membuat orang yang melakukan pembatalan ke Indonesia,” tuturnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, ia yakin bahwa Indonesia bisa mengalahkan Thailand dalam hal jumlah wisman. Saat ini, rata-rata kunjungan Wisman ke Thailand mencapai 35 juta per tahun.

Arief mengatakan Indonesia harus berada di depan Malaysia dan Thailand. Dikatakannya, Indonesia sempat menempati peringkat 70 pada 2014 dalam hal daya saing pariwisata. "Setelah melakukan pembenahan, peringkat Indonesia langsung naik 20 poin ke peringkat 50," pungkaanya. (mdo)



Baca Juga


Berita Terkait

Politik / Kalau  Sontoloyo, Jangan Kasih Apa-Apa NasDem Itu

Politik / Komitmen Lestarikan Seni dan Budaya Daerah

Politik / Revitalisasi Pasar Rakyat Dinilai Bisa Tingkatkan Omzet Pedagang

Nasional / Mitigasi Bencana Harus Jadi Prioritas dalam Sektor Pariwisata

Nasional / Caleg Kumpulkan Relawan di Hari Pahlawan


Baca Juga !.