Bola Dunia

Bernabeu Kian Mati Angin

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Bernabeu Kian Mati Angin - Bola Dunia

INDOPOS.CO.ID - Kalah di El Clasico memang tidak menyenangkan. Apalagi, Real Madrid merasakannya sebanyak 2 kali hanya dalam 72 jam. Ironisnya, 2 kekalahan tersebut diderita di Estadio Santiago Bernabeu.

Terbaru, tim polesan Santiago Solari itu kalah 0-1 pada jornada ke-26 La Liga kemarin. Sebelumnya, Real juga sudah kalah 0-3 pada leg kedua semifinal Copa del Rey (28/2/2019). Efek yang ditimbulkan pun hampir serupa. Kali ini, Ivan Rakitic jadi pahlawan dengan golnya pada menit ke-26.

Bila kekalahan di Copa del Rey membuat Real tersingkir. Hasil kemarin dini hari juga hampir pasti membuat peluang juara La Liga nyaris 0. Sebab, kini mereka tertinggal 12 angka dari Barcelona (60-48). Memang, masih ada 12 jornada tersisa. Namun, sulit membayangkan Barca bisa menelan setidaknya lima kekalahan dari jornada yang tersisa. Apalagi, sisa laga berat Barca hanya menyisakan kontra Atletico Madrid pada jornada ke-31 (7/4).

''Kemenangan (apalagi di El Clasico, Red) pasti meningkatkan kepercayaan diri, apalagi dua kali meraihnya di Bernabeu. Namun, musim lalu kami memiliki jarak poin lebih besar (66-55) dari La Liga saat ini dan Real mampu juara Liga Champions dan itulah bukti bahwa mereka masih bisa memenangkan sesuatu,'' ucap entrenador Barca Ernesto Valverde kepada Mundo Deportivo.

Pernyataan Txingurri--julukan Valverde--sangat mungkin merendah. Sebab, kemenangan kemarin memang memorable bagi Barca. Antara lain, mereka jadi tim pertama yang menang empat kali beruntun di Bernabeu pada ajang La Liga. Kemenangan kemarin juga membuat Barca kali pertama unggul dalam jumlah kemenangan di El Clasico sejak 1932 dengan 96 kali. Unggul sekali kemenangan dari Real.

Bahkan, beberapa media Spanyol menyebut Barca menang di Estadio Barcabeu. Itu sebgaai pelesetan bahwa Santiago Bernabeu sangat ramah bagi Barca, terutama dalam sepuluh musim terakhir. Bagaimana tidak, dari 17 El Clasico di Bernabeu, Barca sudah membukukan 10 kemenangan, 3 seri, dan hanya 4 kekalahan.

Bagi Real, kekalahan kemarin juga tidak terlupakan dengan beberapa fakta memalukan. Antara lain, kekalahan kemarin adalah yang keenam di kandang di La Liga dan menjadi rekor abad ini bagi Real hingga jornada ke-26. Lebih jauh, itu juga menjadi 3 kekalahan beruntun di kandang dalam 15 tahun terakhir. Mereka juga scoreless di 3 El Clasico terakhir di Bernabeu.

Dan, laga kemarin "disempurnakan" kapten Sergio Ramos. Itu disebabkan bek 32 tahun tertangkap kamera menampar wajah kapten Barca Lionel Messi beberapa saat sebelum turun minum. Lucunya, itu tidak dilihat wasit Alberto Undiano dan VAR (video assistant referee) sebagai pelanggaran maupun hukuman kartu.

Sesaat setelah insiden itu, Ramos dan Messi sempat bersitegang sebelum dipisah Undiano. Kubu Barca mengecam tindakan brutal Ramos yang seharusnya mendapat kartu merah.  Bek Gerard Pique adalah pemain yang paling kencang memprotes aksi kompatriotnya di timnas Spanyol itu. Bek 31 tahun itu bahkan terlihat memprovokasi Madridistas dengan gestur sindiran bahwa meerka banyak bicara menggunakan jari tangan kanannya ketika turun minum.

''Anda bisa menyaksikannya pada tayangan ulang bahwa itu jelas serangan kepada Messi dan bibirnya berdarah (imbas insiden itu, Red),'' ucap Pique. ''Soal gestur, saya suka atmosfer yang hangat di stadion. Itu (gestur, Red) saya lakukan hanya agar suasana sedikit panas,'' sambung eks bek Manchester United itu.

Tapi, yang memalukan dari Real bukan sekadar hadir dari Ramos. Secara permainan, mereka memang kurang gereget. Bagaimana tidak. Dua pemain muda, Vinicius Junior dan Sergio Reguilon, bahkan performanya mengungguli nama-nama senior seperti Karim Benzema, Gareth Bale, Ramos, dab Dani Carvajal.

Untuk Vinicius, dia kembali tercatat sebagai pemain Real yang paling banyak melepaskan tembakan dengan enam kali percobaan. Untuk Reguilon, dia menjadi bek tuan rumah dengan 4 tekel yang merupakan catatan terbaik.

Bahkan, untuk Bale, dia mendapat siulan dari Madridistas. Welsh Wizard--julukan Bale--yang jadi starter hanya melepaskan satu tendangan melenceng. Itulah yang membuatnya digantikan Marco Asensio pada menit ke-61. Entrenador Santiago Solari juga memasukkan Isco menggantikan Casemiro pada menit ke-75. Meski, pergantian itu hampir tidak memiliki efek apa pun dalam permainan Real.

''Tentu saja ini jadi langkah krusial bagi mereka (Barca, Red) dan sebaliknya bagi kami (di La Liga, Red). Kami punya laga final lainnya (melawan Ajax Amsterdam pada leg kedua 16 besar Liga Champions yang kembali dihelat di Bernabeu, Red) dan akan melakukan segalanya,'' kata Ramos yang akan absen pada laga tersebut. (koc)

Baca Juga


Berita Terkait

Bola Dunia / Fans Real Madrid Maunya Mbappe, Bukan Eden Hazard

Bola Dunia / Fans Real Madrid Maunya Mbappe, Bukan Eden Hazard

Bola Dunia / Sergio Ramos Aman Bersama Real Madrid, Marcelo Bebas ke Juve

Bola Dunia / Toni Kroos akan Bertahan bersama Real Madrid Hingga Juni 2023

Bola Dunia / Real Madrid Serius Memperbaiki Diri Musim Depan


Baca Juga !.