Banten Raya

Tak Aktif, 242 Koperasi Terancam Dibubarkan

Redaktur: Syaripudin
Tak Aktif, 242 Koperasi Terancam Dibubarkan - Banten Raya

Ilustrasi Koperasi

INDOPOS.CO.ID - Ratusan koperasi yang ada di Kabupaten Tangerang kondisinya memprihatinkan. Bahkan, ratusan koperasi terancam dibubarkan karena tidak adanya aktivitas koperasi tersebut selama satu tahun terakhir.

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih berusaha membina ratusan koperasi yang terancam ditutup paksa tersebut. Alasannya, bila tidak dilakukan pembinaan maka organisasi badan usaha bentukan warga untuk sejahtera itu terancam bubar. 
 

Ratnawati, kabid Koperasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Menengah (Dinkop UM) Kabupaten Tangerang mengatakan pembinaan tengah dilakukan terhadap 242 koperasi yang terancam bubar tersebut. Apalagi, selain tidak aktif, 242 koperasi itu tidak punya laporan pertanggung jawaban keuangan dan tidak pernah menggelar rapat anggota tahunan (RAT).

”Kami masih menelusuri alamat dan nama pengurus ratusan koperasi yang tidak aktif itu,” katanya saat ditemui di Puspemkab Tangerang, Selasa (5/3/2019). Diakui Ratnawati, sebelum pembinaan dilakukan, Dinkop-UM telah melayangkan surat teguran kepada pengurus koperasi yang tak sehat dan terancam dibubarkan tersebut.

Tapi belum mendapatkan tanggapan dari pengurus ratusan koperasi tersebut. Koperasi yang terancam dibubarkan itu bergerak di bidang simpan pinjam, produsen, konsumen, jasa serta bidang pemasaran. 

Ratnawati juga memaparkan, dari 942 unit koperasi yang ada di Kabupaten Tangerang, terdapat 642 koperasi dalam pengawasan pelaporan keuangan. Sejak 2015 sampai 2018, ucapnya lagi, sebanyak 81 koperasi telah dibubarkan melalui surat keputusan (SK) Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM).

 Saat ini, 400 koperasi masuk dalam pengawasan. Ratnawati menegaskan, setelah dilakukan pembinaan dan tidak ada perbaikan oleh pengurus koperasi maka pihaknya akan mengusulkan kepada Kemenkop dan UKM untuk melakukan pembubaran.

”Jika memang tidak bisa lagi dibina ya terpaksa dibubarkan. Ini berkaitan dengan dana pinjaman yang diberikan pemerintah dan dana anggota  koperasi itu juga. Jangan sampai semua merugi dan kami dipersalahkan," ungkapnya.
 

Terpisah, Pengamat Koperasi Suroto menuturkan, banyaknya koperasi terancam dibubarkan karena kurangnya perhatian pemerintah daerah serta Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) setempat. Mulai dari tidak adanya bantuan penyehatan struktur kepengurusan, kegiatan dan modal.

 Akibatnya, laporan laba dan RAT yang menjadi kewajiban koperasi tidak pernah dibuat. ”Pemda dan Dekopinda jalan sendiri-sendiri. Padahal keduanya punya peran penting mengembangkan koperasi. Inilah realita yang terjadi dalam pengembangan koperasi di daerah," tuturnya. (cok)

Berita Terkait

Banten Raya / Tiap Tahun, Warga Miskin di Kabupaten Tangerang Bertambah

Nasional / Koperasi di Indonesia Harus Besar Seperti di Negara Lain

Banten Raya / Dituding Tak Konsisten Serahkan Aset

Megapolitan / Galian Liar Marak, Pemda Cuma Diam, Dewan Geram

Banten Raya / Bupati Dukung BSD Grand Prix 2018


Baca Juga !.