Internasional

KTT Vietnam Gagal, Pabrik Rudal Korut Tetap Beroperasi

Redaktur: Jakfar Shodik
KTT Vietnam Gagal, Pabrik Rudal Korut Tetap Beroperasi - Internasional

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kegiatan rudal Korea Utara (Korut) dilaporkan kembali diaktifkan. Berdasar kabar terbaru, aktivasi rudal itu hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka kalau pembangunan kambali situs peluncuran roket tidak terbantahkan. 


Media Korea Selatan (Korsel) Kamis (7/3/2019), melaporkan pabrik di Sanumdong, Pyongyang, baru-baru ini kembali beraktifitas. Situs itu berupa pabrik rudal balistik antarbenua (ICBM). Memproduksi rudal pertama mampu menjangkau AS. Surat kabar JoongAng Ilbo melaporkan Kepala mata-mata Suh Hoon mengaku melihat aktifitas itu sebagai kegiatan terkait rudal.


Sebelumnya, kantor berita Korsel Yonhap mengabarkan aktifitas itu dilakukan untuk memulihkan bagian dari stasiun peluncuran satelit Sohae bahkan ketika Trump bertemu Kim di Hanoi pekan lalu. “Saya akan sangat kecewa jika itu terjadi,” kata Trump di Oval Office, ketika ditanya apakah Korut melanggar janji. “Yah, kita akan lihat. Laporan ini masih terlalu dini. Kami yang mengeluarkannya. Tapi saya akan sangat, sangat kecewa pada Ketua Kim. Dan saya pikir saya tidak akan begitu. Tetapi kita akan lihat apa yang terjadi. Kami akan memeriksanya. Hal ini tentu saja akan segera terpecahkan,” ucapnya. 

Gedung Putih tidak segera menanggapi ketika ditanya apa yang dimaksud Trump dengan kami yang mengeluarkannya. Tetapi agen intelijen AS dan Korsel bekerja sama dengan sangat erat.

Dilansir the Guardian, Korut mulai bekerja untuk membongkar tempat uji coba mesin rudal di Sohae pada 2018 setelah berjanji untuk melakukannya pada pertemuan pertama dengan Trump di bulan Juni. KTT kedua antara Trump dan Kim gagal pekan lalu di Hanoi karena perbedaan tentang seberapa jauh Korut bersedia membatasi program nuklir dan tingkat kesediaan AS untuk mengurangi sanksi. “Kami memiliki masalah sangat buruk di sana. Kita harus menyelesaikan masalah tersebut,” kata Trump, sambil menambahkan referensi yang jelas kepada Kim bahwa hubungan mereka sangat baik.


Trump, menginginkan kemenangan kebijakan luar negeri besar-besaran atas Korut, telah berulang kali menekankan hubungan baik dengan Kim. Pada 2018 Trump mengatakan tengah jatuh cinta. Tetapi hubungan baik itu telah gagal menjembatani kesenjangan antara kedua belah pihak.


Redaktur pelaksana proyek dan seorang analis di Stimson Center Jenny Town mengatakan pada Reuters bahwa gambar satelit yang dilihat oleh 38 Utara, sebuah proyek Korut berbasis di Washington, menunjukkan struktur pada landasan peluncuran Sohae telah dibangun kembali antara 16 Februari dan 2 Maret. Itu diperkuat temuan Pusat Studi Strategis dan Internasional thinktank menyimpulkan Korut mengejar pembangunan kembali dengan cepat di lokasi tersebut.


Berita tentang kegiatan di Sohae pertama kali dilaporkan Yonhap, mengutip anggota parlemen Korsel tentang perincian pengarahan oleh Badan Intelijen Nasional negara tersebut. Pada Rabu (6/3/2019), Yonhap mengutip Kepala Badan Intelijen Nasional Korsel Suh Hoon mengatakan fasilitas pengayaan uranium di kompleks nuklir Yongbyon Korut terus beroperasi secara normal selama KTT Vietnam.


Penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton mengingatkan sanksi baru dapat diberlakukan jika Korut tidak membatalkan program senjata nuklirnya. Beberapa analis menafsirkan kegiatan di Sohae sebagai upaya Korut untuk menekan Washington agar menyetujui kesepakatan dan bukan sebagai langkah pasti untuk melanjutkan tes di sana.


Demokrat Ed Markey, anggota peringkat subkomite Senat Asia Timur, mengatakan pekerjaan nyata Korut pada situs peluncuran itu sangat meresahkan. Itu sekaligus menunjukkan Kim Jong Un lebih tertarik mengumpulkan konsesi daripada melakukan upaya serius, dengan itikad baik untuk denuklirisasi. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo berharap untuk mengirim delegasi ke Korut dalam beberapa minggu mendatang tetapi. (fay)

Berita Terkait

Internasional / Korut Tembakkan Rudal, Simbol Protes ke AS

Internasional / Korut Tembakkan Rudal, Simbol Protes ke AS

Internasional / Perang Dagang Dengan AS, Tiongkok Harapkan Dialog

Internasional / Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Jarak Jauh


Baca Juga !.