Korban Banjir Trenggalek Tinggalkan Posko Pengungsian

INDOPOS.CO.ID – Korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Trenggalek mulai meninggalkan sejumlah posko pengungsian. Korban berangsur kembali ke rumah masing-masing.

Di Balai Kantor Kecamatan Pogalan, sudah tidak terlihat pengungsi bertahan di tempat penampungan sementara itu. Kondisinya lengang, tidak seperti pada siang hari ketika masih banyak keluarga mengungsi sambil membawa tas-tas berisi baju dan barang berharga.

Suasana serupa terlihat di posko Dinas Sosial Trenggalek. Hanya ada petugas Dinas Sosial dan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang siaga sambil menyiapkan logistik bantuan bagi warga di daerah-daerah terdampak bencana.

“Di dua posko pengungsian utama di Balai Kecamatan Pogalan dan Dinsos sekarang sudah sepi. Warga memilih pulang membersihkan kotoran akibat banjir bandang,” tutur Pelaksana Tugas Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin Kamis (7/3/2019).

Ia mengatakan meski banjir sudah surut dan warga terdampak bencana mulai kembali ke rumah, aparat pemerintah tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan hujan turun lagi dan menyebabkan banjir. “Cuaca sampai saat ini masih mendung dan berpotensi turun hujan lagi, yang bisa memicu banjir susulan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek menetapkan status siaga bencana sesaat setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang 28 desa dan kelurahan di daerah itu.

Wilayah terdampak banjir tercatat berada di sembilan desa di Kecamatan Trenggalek, Pogalan, Karangan dan Panggul. Sementara tanah longsor menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek terjadi di Kecamatan Pule, Bendungan, Tugu, Dongko, Durenan, Pule, Panggul, dan Trenggalek.

Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Trenggalek berdampak pada 4.923 keluarga, termasuk di dalamnya 14.779 murid sekolah. Selain itu ada desa-desa yang menghadapi terjangan angin kencang di Kecamatan Karangan. (ant)

Komentar telah ditutup.